
Presiden FIFA Gianni Infantino mengutuk tindakan sejumlah pemain Senegal yang meninggalkan lapangan saat final Piala Afrika di Rabat, Maroko. Menurutnya, aksi walk out itu tidak dapat diterima dan merusak jalannya pertandingan yang seharusnya berlangsung sportif.
Final antara Senegal melawan tuan rumah Maroko berakhir panas. Wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala, memberikan penalti untuk Maroko setelah meninjau VAR atas pelanggaran terhadap Brahim Diaz. Keputusan ini memicu protes besar dari pemain Senegal hingga membuat mereka meninggalkan lapangan.
Pendukung Senegal yang kecewa lalu terlibat bentrokan dengan petugas keamanan setempat di tribun stadion. Insiden ini membuat pertandingan tertunda hampir 20 menit, sebelum pemain Senegal akhirnya kembali demi melanjutkan pertandingan. Penalti yang diambil Diaz berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy.
Senegal akhirnya memenangkan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan. Namun, Infantino menegaskan bahwa tindakan meninggalkan lapangan dan kekerasan di tribun adalah hal yang tidak bisa ditoleransi dalam sepak bola. “Tim dan pemain memiliki tanggung jawab memberi contoh bagi jutaan penonton di seluruh dunia,” ujarnya.
Kapten Senegal, Sadio Mane, menjadi sosok yang tetap di lapangan dan berusaha membujuk timnya agar kembali bermain. Insiden ini dinilai sangat merugikan citra sepak bola Afrika secara keseluruhan. Pelatih Maroko, Walid Regragui, bahkan menyebut situasi tersebut memalukan, mengingat pertandingan tersebut disiarkan secara global.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan akan memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar aturan selama final berlangsung. Sementara itu, Infantino memuji penyelenggaraan turnamen oleh Maroko dan melihatnya sebagai persiapan positif menjelang ajang Piala Dunia 2030.
Dari sisi Senegal, pelatih Pape Thiaw meminta maaf akibat keputusan emosional yang memicu pemainnya meninggalkan lapangan. Ia mengakui seharusnya tidak memerintahkan itu dan berjanji akan belajar dari insiden ini. Pape Gueye juga mengungkapkan bahwa reaksi timnya didasari oleh rasa ketidakadilan atas beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan Senegal.
Berikut ini adalah rangkuman insiden dan tanggapan penting terkait final Piala Afrika 2024:
1. Penalti diberikan kepada Maroko usai review VAR untuk pelanggaran terhadap Brahim Diaz.
2. Pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
3. Insiden memicu bentrokan antara suporter Senegal dan aparat keamanan.
4. Penalti gagal dieksekusi karena kiper Senegal menggagalkan tembakan.
5. Senegal akhirnya juara lewat gol Pape Gueye di babak tambahan waktu.
6. Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam keras aksi walk out dan kekerasan di tribun.
7. CAF berjanji mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pelanggaran.
8. Pelatih Senegal menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tidak sportif timnya.
9. Kapten Sadio Mane dianggap sebagai figur yang mampu menjaga sportivitas di tengah situasi sulit.
10. Maroko sebagai tuan rumah mendapat pujian untuk penyelenggaraan turnamen, meski final diwarnai insiden.
Presiden FIFA menaruh harapan agar insiden seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa sepak bola harus menjadi ajang persatuan dan menunjukkan keindahan permainan, bukan diwarnai konflik dan protes yang merugikan semua pihak. Penanganan disipliner dari CAF akan menjadi tolok ukur keseriusan menjaga integritas kompetisi di Afrika.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




