
Timnas Indonesia memetik kemenangan besar yang bukan hanya soal skor, tetapi juga soal momentum. Garuda menundukkan Oman 3-0 dalam laga uji coba FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (5/6), dan hasil itu langsung memutus penantian panjang yang sudah berlangsung 38 tahun.
Tiga gol Indonesia dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Kemenangan ini terasa semakin penting karena Oman berada di peringkat 79 FIFA, sedangkan Indonesia menempati posisi 122.
Hasil yang jadi pesan kuat
Skor telak itu menunjukkan Indonesia mampu tampil efektif saat menghadapi lawan yang secara peringkat berada di atas mereka. Situasi tersebut membuat kemenangan ini tidak sekadar menambah kepercayaan diri, tetapi juga memberi sinyal bahwa tim punya kapasitas untuk bersaing lebih baik.
Bagi skuad Garuda, hasil ini menjadi salah satu capaian yang menonjol dalam agenda FIFA Matchday. Publik pun mendapat gambaran bahwa tim bisa memanfaatkan peluang dengan lebih tajam di depan gawang.
Herdman minta pemain tetap rendah hati
Meski puas dengan performa timnya, John Herdman tidak ingin para pemain larut dalam euforia. Pelatih Timnas Indonesia itu menekankan pentingnya tetap rendah hati setelah kemenangan besar atas Oman.
Herdman juga menilai masih ada beberapa aspek permainan yang harus dibenahi. Ia menyebut evaluasi tetap diperlukan karena tim belum mencapai level yang benar-benar sempurna.
Fokus bergeser ke laga berikutnya
Setelah kemenangan atas Oman, Herdman langsung meminta pasukannya mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Mozambik. Ia ingin tim menjaga fokus dan tidak terjebak pada hasil positif yang baru saja diraih.
Laga melawan Mozambik dijadwalkan berlangsung di Stadion GBK pada Selasa (9/6) pukul 20.00 WIB. Indonesia juga punya catatan yang kurang ideal saat bertemu tim asal Afrika, dengan tiga kemenangan dan 13 kekalahan.
Momentum penting, tantangan belum selesai
Kemenangan atas Oman memberi modal berharga bagi Indonesia, terutama karena diraih saat menghadapi lawan dengan ranking FIFA yang lebih tinggi. Namun, Herdman memilih menjaga timnya tetap berada dalam jalur kerja yang disiplin dan tidak cepat puas.
Pendekatan itu menjadi penting karena jadwal uji coba masih berlanjut dan lawan berikutnya sudah menunggu. Indonesia kini dituntut menjaga konsistensi agar hasil positif di GBK tidak berhenti sebagai kejutan sesaat.









