Kejurnas PERBATI Jadi Ajang Utama Persiapan Atlet Menuju Olimpiade Mendatang

Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju perdana sebagai langkah strategis dalam menghidupkan kembali prestasi tinju nasional. Acara ini berlangsung di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) Ragunan, Jakarta Selatan, pada 12 hingga 14 Februari 2026 dengan diikuti oleh 120 petinju dari 26 daerah.

Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini menjadi pintu utama bagi petinju muda menuju pelatnas dan event internasional, khususnya kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, menegaskan pentingnya penilaian yang bersih dan adil demi mencetak petinju berkualitas.

Prinsip Fair Play sebagai Landasan Utama

Ray menekankan, tanpa integritas dalam proses penjurian, sulit untuk mendapatkan atlet yang benar-benar siap bertarung di tingkat Asia maupun dunia. “Saya ingin wasit dan juri memberikan penilaian secara fair,” ucapnya. Pernyataan senada disampaikan oleh Muhamad Arisa Putra Pohan, satu-satunya wasit/juri Indonesia yang pernah memimpin dua Olimpiade. Ia mengingatkan bahwa PERBATI sejak awal menjadikan fair play sebagai prinsip utama.

Seleksi Ketat Menuju Timnas dan Asian Championship

Selain memperebutkan gelar juara nasional, Kejurnas Tinju ini juga berfungsi sebagai seleksi ketat bagi pembentukan tim nasional tinju Indonesia. Petinju terbaik di kategori usia U-19 dan U-23 akan dipersiapkan untuk mengikuti Asian Boxing Championships yang akan digelar di Jakarta pada Juli 2026. PERBATI menyiapkan dua lapis pelatnas untuk memastikan kompetisi internal berjalan sengit dan mematangkan kemampuan atlet.

Pelatihan Internasional dan Target Olimpiade

Ray menjelaskan bahwa selain pelatnas nasional, atlet terpilih juga akan mengikuti training camp di luar negeri. Persiapan ini penting menghadapi kalender turnamen World Boxing dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Strategi ini menunjukkan komitmen PERBATI untuk mengembalikan kejayaan tinju Indonesia di panggung internasional.

Tidak Ada Jalur Khusus bagi Atlet SEA Games

Sekjen PERBATI, Hengky Silatang, memberikan instruksi tegas bahwa semua petinju wajib mengikuti Kejurnas tanpa kecuali, termasuk mereka yang pernah tampil di SEA Games 2025 Thailand. “Petinju SEA Games pun harus membuktikan diri lagi. Tidak ada jalur khusus,” ujarnya. Hal ini memastikan standar atlet yang lolos ke pelatnas adalah yang benar-benar terbaik.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pembinaan Atlet

Kepala PPOP Ragunan, Rusdiyanto, menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap Kejurnas ini. Ia menilai ajang ini sangat strategis untuk memetakan kualitas atlet dari berbagai daerah serta memastikan proses seleksi berjalan secara objektif dan profesional. Dukungan semacam ini menjadi dorongan penting bagi pembinaan tinju nasional.

Kejurnas Tinju PERBATI 2026 menjadi tonggak awal bagi perjuangan membangun kembali fondasi tinju tanah air. Dengan fokus pada integritas, pembinaan berjenjang, dan semangat kompetitif, ajang ini diharapkan menghasilkan petinju yang mampu mengharumkan nama Indonesia hingga ke Olympic Games 2028. Misi ini menunjukkan keseriusan PERBATI dalam membangkitkan olahraga tinju yang sempat redup di kancah dunia.

Berita Terkait

Back to top button