Dean James resmi dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series yang akan berlangsung akhir pekan ini. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji pada Rabu, 25 Maret 2026.
Awalnya, pelatih Timnas memanggil 24 pemain untuk mengikuti FIFA Series, namun regulasi hanya mengizinkan 23 pemain dalam daftar akhir. Oleh sebab itu, satu pemain harus dicoret agar tidak ada yang hanya menjadi cadangan tanpa kesempatan bermain.
Sumardji menegaskan pencoretan Dean James murni didasarkan pada keterbatasan kuota pemain. Hal ini juga sudah dikonsultasikan dengan pelatih kepala John Herdman agar keputusan diambil secara profesional dan menguntungkan mental para pemain.
Dean James sebelumnya lolos dari seleksi awal yang melibatkan 41 pemain dan termasuk dalam 24 besar yang diumumkan PSSI pada 21 Maret 2026. Namun, sayangnya ia harus gugur saat penyusunan skuad akhir yang hanya terdiri atas 23 pemain.
Selain alasan teknis, perhatian publik sempat tertuju pada status kewarganegaraan Dean James. Ia disebut-sebut memiliki paspor ganda Indonesia dan Belanda, yang menimbulkan polemik terkait kriterianya sebagai pemain Uni Eropa dalam sepak bola profesional.
Kasus tersebut terangkat ketika NAC Breda mempertanyakan keabsahan status James usai mengalami kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles di liga Belanda pada 15 Maret 2026. NAC Breda menilai James tidak memenuhi syarat sebagai pemain Uni Eropa saat laga berlangsung.
Go Ahead Eagles menjelaskan bahwa Dean James saat menandatangani kontrak pada Januari 2025 masih berstatus warga negara Belanda. Ia baru secara resmi menjadi WNI pada Maret 2025, sehingga status kewarganegaraan ganda baru berlaku setelah kontraknya berjalan.
Penyelesaian kasus ini kini dalam proses oleh KNVB, badan sepak bola Belanda, yang hingga kini masih mengkaji keabsahan status kepemilikan paspor ganda Dean James. Proses ini menjadi penting supaya regulasi kompetisi tetap berjalan adil dan transparan.
Berikut adalah faktor utama pencoretan Dean James dari Timnas Indonesia:
1. Kuota maksimal pemain hanya 23 orang sesuai regulasi FIFA Series.
2. Keputusan dilakukan untuk menjaga semangat dan mental pemain agar tidak menjadi cadangan tanpa bermain.
3. Sudah melalui diskusi intensif antara BTN dan pelatih kepala John Herdman.
4. Status kewarganegaraan Dean James yang sempat menjadi sorotan oleh pihak klub Liga Belanda.
5. Kasus terkait status pemain masih dalam proses penanganan oleh KNVB.
Dengan keputusan ini, skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series diharapkan dapat lebih fokus dan kompak tanpa adanya hambatan internal akibat masalah kuota pemain. Proses seleksi dan keputusan teknis tersebut mencerminkan pendekatan profesional di tingkat manajemen tim nasional sepak bola Indonesia.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com