Mallorca Hantam Real Madrid Di Son Moix, Gol Injury Time Hancurkan Harapan Los Blancos

Real Madrid pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-2 dari Mallorca di Stadion Son Moix dalam laga La Liga yang berakhir dramatis. Gol telat Vedat Muriqi pada masa injury time membatalkan harapan Los Blancos setelah Eder Militao sempat menyamakan skor di menit ke-88.

Hasil ini terasa sangat mahal bagi Real Madrid karena langsung berdampak pada persaingan papan atas klasemen. Jika Barcelona menang atas Atletico Madrid pada laga lain, jarak Madrid dengan rival abadinya itu bisa melebar menjadi tujuh poin di puncak.

Rotasi besar dan keputusan berisiko

Alvaro Arbeloa membuat perubahan cukup besar pada susunan pemain Real Madrid. Salah satu keputusan paling mencolok adalah mencadangkan Vinicius Junior sejak awal laga.

Madrid tetap memegang kendali sejak menit pertama, tetapi penguasaan bola itu tidak selalu berbuah ancaman nyata. Mallorca bertahan rapat, disiplin, dan menutup ruang serangan tim tamu dengan efektif.

Kylian Mbappe yang baru kembali bermain sempat mendapat dua peluang emas di babak pertama. Namun, kiper Mallorca Leo Roman tampil sangat tenang dan berhasil menggagalkan dua kesempatan terbaik penyerang asal Prancis itu.

Mallorca memanfaatkan momen sebelum jeda

Saat Real Madrid terlihat lebih agresif, Mallorca justru menemukan celah untuk mencetak gol. Pablo Maffeo mengirim umpan silang akurat dari sisi lapangan yang disambut Manu Morlanes dengan finishing rapi.

Gol itu lahir tepat sebelum turun minum dan mengubah arah pertandingan. Mallorca menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0, sementara Madrid dipaksa mengejar keadaan di paruh kedua.

Bagi tuan rumah, gol Morlanes menjadi bukti bahwa efektivitas bisa mengalahkan dominasi. Mereka tidak perlu banyak peluang untuk memberi tekanan besar pada tim tamu.

Pergantian pemain Madrid menghidupkan laga

Di babak kedua, Arbeloa mencoba mengubah tempo dengan memasukkan pemain-pemain utama. Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Eder Militao masuk untuk menambah kualitas serangan sekaligus menopang energi tim.

Langkah itu membuat Real Madrid tampil lebih berbahaya di area sepertiga akhir. Meski begitu, Mallorca tetap menjaga bentuk pertahanannya dan memaksa Madrid bekerja keras hingga menit-menit terakhir.

Militao yang baru pulih dari cedera hamstring kemudian menjadi pembeda sementara. Bek Brasil itu menyundul bola hasil sepak pojok Trent Alexander-Arnold pada menit ke-88 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Drama injury time yang memukul Los Blancos

Gol Militao memberi harapan besar kepada Real Madrid untuk membawa pulang setidaknya satu poin. Namun, momentum itu tidak bertahan lama karena Mallorca menjawab dengan serangan cepat di menit-menit akhir.

Mateo Joseph mengirim umpan terobosan yang cerdik kepada Vedat Muriqi. Striker Mallorca itu lalu melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti dan menaklukkan kiper Andriy Lunin untuk memastikan kemenangan 2-1.

Laga pun berakhir dengan sorakan besar dari publik Son Moix. Kemenangan ini menegaskan mental bertarung Mallorca saat menghadapi salah satu tim terbesar di Spanyol.

Dampak langsung ke klasemen

Kemenangan atas Real Madrid membawa dampak penting bagi Mallorca dalam persaingan papan bawah. Tambahan tiga poin membuat mereka naik dan keluar dari zona degradasi, melewati Elche.

Sebaliknya, Madrid harus menanggung konsekuensi serius setelah gagal menjaga konsistensi di fase penting musim ini. Kekalahan ini bisa menjadi pukulan psikologis dalam perburuan gelar, terutama jika pesaing terdekat terus menekan dengan hasil positif.

Pertandingan di Son Moix juga memperlihatkan betapa rapuhnya margin kesalahan di La Liga saat memasuki fase penentuan. Madrid sempat mendekat lewat gol Militao, tetapi kehilangan konsentrasi sesaat sudah cukup untuk membuat mereka tumbang di detik-detik akhir.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version