Misi Besar John Herdman di Timnas Indonesia, Jalan Menuju Piala Dunia Terbuka

John Herdman menempatkan Piala Dunia 2030 sebagai misi utama saat memimpin Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris itu menyebut target itu sebagai tujuan besar yang membentuk seluruh proses kerja skuad Garuda.

Dalam jumpa pers usai laga FIFA Series kontra Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (28/3/2026), Herdman menegaskan ambisi tersebut dengan nada sangat terbuka. Ia menyebut ada “280 juta alasan” bagi timnya untuk bekerja setiap hari, merujuk pada harapan besar publik Indonesia terhadap tim nasional.

Misi besar di balik proyek Timnas Indonesia

Herdman ingin membawa Indonesia masuk ke kelompok negara yang pernah tampil di Piala Dunia. Ia bahkan mengatakan ingin menjadi pelatih yang mengantar tim Indonesia pertama kali lolos ke putaran final ajang paling prestisius itu.

Pernyataan tersebut menunjukkan arah proyek jangka panjang yang sedang ia bangun bersama tim. Herdman tidak ingin Timnas Indonesia hanya kuat dalam satu turnamen, tetapi juga punya fondasi untuk bersaing dalam kualifikasi Piala Dunia.

Tekanan itu juga ia baca sebagai motivasi. Menurut Herdman, peluang tampil di Piala Dunia bukan sekadar target teknis, melainkan mimpi kolektif yang melibatkan pemain, staf, dan jutaan suporter di seluruh Indonesia.

Kemenangan 4-0 hanya langkah awal

Herdman memandang kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 sebagai bagian kecil dari perjalanan panjang. Ia menilai hasil tersebut penting untuk membangun mentalitas tim, tetapi belum mencerminkan tujuan utama yang sedang dikejar.

Ia menegaskan bahwa tim sudah menetapkan standar tertentu dalam performa. Saat menargetkan kemenangan 4-0 dengan clean sheet, menurut dia, tim harus menyelesaikannya secara penuh dan tidak setengah hati.

Pendekatan ini memperlihatkan cara kerja Herdman yang menekankan detail dan disiplin. Ia ingin para pemain terbiasa memenuhi target kecil sebelum menghadapi tantangan yang jauh lebih besar di kualifikasi resmi.

Pengalaman Kanada jadi modal penting

Sebelum menangani Indonesia, Herdman dikenal sebagai sosok yang membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Pengalaman itu membuat ucapannya soal jalan panjang menuju turnamen dunia memiliki bobot lebih besar.

Ia mengingatkan bahwa proses menuju Piala Dunia tidak pernah lurus. Dalam pandangannya, tim harus siap menghadapi masa sulit, naik turun performa, dan tekanan dari luar lapangan dalam periode yang panjang.

Herdman juga meminta dukungan penuh publik karena ia sadar ekspektasi terhadap tim nasional sangat tinggi. Ia menyebut perjalanan sebelumnya di Kanada mengajarkannya bahwa keberhasilan tim nasional lahir dari ketahanan kolektif, bukan dari hasil instan.

Tantangan Indonesia di jalur kualifikasi

Indonesia sejatinya baru saja mencatat kemajuan signifikan dalam siklus kualifikasi Piala Dunia 2026. Tim Merah Putih melaju hingga putaran keempat zona Asia, yang menjadi capaian bersejarah karena sebelumnya Indonesia lebih sering tersingkir di putaran awal.

Namun, langkah itu terhenti setelah kalah 0-1 dari Irak dan 2-3 dari Arab Saudi. Hasil tersebut menggambarkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan konsistensi, kualitas pertahanan, dan efektivitas saat menghadapi lawan yang lebih kuat.

Meski gagal ke putaran final 2026, pencapaian mencapai putaran keempat tetap menjadi modal penting. Capaian itu memberi sinyal bahwa Indonesia mulai berada di jalur yang lebih kompetitif dibanding periode sebelumnya.

Fokus yang perlu dibangun menuju 2030

Agar target Piala Dunia 2030 lebih realistis, Timnas Indonesia perlu menjaga beberapa aspek penting secara berkelanjutan. Berikut faktor yang paling menentukan dalam proyek jangka panjang ini.

  1. Konsistensi hasil di laga internasional
  2. Peningkatan kedalaman skuad di semua lini
  3. Disiplin taktik dan mental bertanding
  4. Stabilitas performa menghadapi tekanan besar
  5. Dukungan publik yang tetap kuat saat tim mengalami pasang surut

Faktor-faktor tersebut tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Herdman tampaknya memahami hal itu, sehingga ia berbicara tentang proses empat tahun yang menurutnya akan membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa tim ini bisa lolos dalam rentang waktu tersebut. Dengan target yang jelas, pengalaman pelatih yang sudah pernah menembus Piala Dunia, dan modal sejarah yang mulai terbentuk, arah kerja Timnas Indonesia kini makin tegas menuju Piala Dunia 2030.

Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com
Exit mobile version