Antonio Conte membuka peluang untuk kembali menangani Timnas Italia setelah kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026. Nama Conte kembali mencuat di tengah sorotan publik karena Italia kini tercatat absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun sejak 2018.
Pernyataan Conte muncul usai Napoli menaklukkan AC Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa (7/4/2026) dini hari. Dalam komentar yang dikutip media Italia, pelatih berusia 56 tahun itu menyiratkan bahwa dirinya bisa saja menjadi pilihan jika Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC mencari sosok baru untuk membenahi tim nasional.
Conte dan peluang comeback ke Gli Azzurri
Conte bukan nama baru di Timnas Italia karena dia pernah memimpin skuad Azzurri pada periode 2014 hingga 2016. Dalam 25 pertandingan bersama Italia, Conte mencatat 14 kemenangan dan membawa tim lolos ke perempat final Euro 2016 sebelum takluk dari Jerman lewat adu penalti.
Pengalaman itu membuat namanya dianggap relevan saat FIGC mencari arah baru setelah hasil buruk di jalur kualifikasi Piala Dunia. Conte juga menegaskan bahwa ia memahami lingkungan tim nasional karena pernah bekerja langsung di dalamnya, sehingga tidak asing dengan tuntutan dan tekanan yang menyertainya.
Italia kembali gagal ke Piala Dunia
Kegagalan ke Piala Dunia 2026 menjadi pukulan besar bagi sepak bola Italia karena ini merupakan absensi ketiga secara beruntun. Sebelumnya, Italia juga gagal tampil pada Piala Dunia 2018 setelah tersingkir di babak playoff, lalu kembali terhenti pada edisi berikutnya.
Kondisi ini memicu evaluasi besar di tubuh FIGC dan membuka perdebatan soal perombakan menyeluruh. Conte menilai situasi tersebut tidak bisa dibiarkan tanpa langkah serius karena tim nasional mewakili kepentingan seluruh sepak bola Italia.
1. Catatan penting terkait situasi Timnas Italia
- Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina di final playoff.
- Ini menjadi kegagalan ketiga secara beruntun bagi Azzurri untuk tampil di Piala Dunia.
- FIGC belum akan menunjuk pelatih definitif sebelum akhir Juni.
- Italia dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional pada Juni dengan pelatih sementara.
- Presiden FIGC baru akan dipilih pada 22 Juni setelah Gabriele Gravina mundur.
Menurut Conte, posisi pelatih tim nasional memang seharusnya dipertimbangkan secara serius jika FIGC ingin memulai ulang proyek yang lebih kuat. Ia bahkan menyebut dirinya termasuk dalam daftar figur yang layak dipertimbangkan bila federasi benar-benar mencari solusi terbaik untuk Italia.
Conte masih dikaitkan dengan klub-klub Serie A
Di tengah isu Timnas Italia, Conte juga masih kerap dihubungkan dengan sejumlah klub Serie A. Salah satu rumor yang sempat ramai menyebut dirinya bisa meninggalkan Napoli untuk kembali ke Juventus setelah klub Turin itu memecat Igor Tudor.
Situasi tersebut menunjukkan betapa besar nilai strategis Conte di mata klub maupun tim nasional. Reputasinya sebagai pelatih dengan karakter kuat dan pengalaman di level tertinggi membuat namanya hampir selalu muncul ketika kursi pelatih elite Italia sedang kosong.
Mengapa FIGC menimbang opsi Conte
Bagi FIGC, Conte menawarkan kombinasi pengalaman, kedisiplinan, dan pemahaman mendalam terhadap kultur sepak bola Italia. Ia pernah sukses bersama tim nasional dan juga punya rekam jejak kuat di level klub, termasuk saat menangani tim-tim besar yang menuntut hasil instan.
Berikut alasan yang membuat Conte masuk radar:
- Sudah mengenal struktur dan atmosfer Timnas Italia.
- Pernah membawa Italia tampil kompetitif di Euro 2016.
- Memiliki pengalaman menghadapi tekanan tinggi di klub besar.
- Dipandang mampu memberi identitas taktik yang lebih tegas.
- Mampu menjadi figur sentral dalam proyek pemulihan Azzurri.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan FIGC yang saat ini masih menunggu proses politik organisasi selesai. Selama masa transisi itu, Timnas Italia akan tetap bergerak dengan pelatih sementara sambil menyiapkan langkah berikutnya menjelang agenda internasional pada Juni.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com