Alwi Farhan berhasil meraih tiket ke babak 16 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 setelah menundukkan rival lamanya asal Malaysia, Justin Hoh, lewat pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat di Ningbo Olympic Sports Center, China, Rabu waktu setempat. Kemenangan ini terasa spesial karena Alwi harus bertarung bukan hanya melawan permainan Justin, tetapi juga tekanan mental yang terus naik sepanjang laga.
Skor akhir 21-19, 14-21, 21-18 menggambarkan betapa rapatnya duel dua tunggal putra muda yang sudah saling mengenal sejak level junior. Pertemuan mereka kembali menghadirkan tensi tinggi, dengan Alwi unggul tipis di gim pertama sebelum Justin membalas pada gim kedua dan memaksa laga berlanjut hingga gim penentu.
Kunci kemenangan Alwi ada pada kendali emosi
Alwi mengakui laga tersebut tidak mudah karena ia sempat merasakan tekanan dan rasa tidak nyaman di dalam dirinya. Dalam keterangan yang disampaikan PBSI, ia menegaskan bahwa kemenangan kali ini lahir dari kemampuan menjaga fokus saat situasi lapangan berubah cepat.
“Tidak mudah saya bisa melewati tekanan dan rasa tidak nyaman yang muncul di dalam diri saya,” ujar Alwi dalam keterangan PBSI, Rabu 8 April 2026. Ia menambahkan bahwa dirinya berusaha lebih sadar terhadap situasi permainan dan menerima keadaan agar tetap bisa mengamankan poin-poin penting.
“Alhamdulillah saya bisa mengontrol dan di akhir pertandingan saya mencoba lebih sadar, lebih menerima situasi dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan,” lanjutnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa aspek mental menjadi faktor utama di balik hasil positif yang ia raih.
Rivalitas lama yang terus memanaskan duel
Pertemuan Alwi dan Justin memang bukan cerita baru karena keduanya sudah beberapa kali bertemu sejak junior. Setiap duel mereka kerap berjalan sengit, karena sama-sama punya motivasi besar untuk tidak kalah dari pemain yang sudah sangat mereka kenal.
Rivalitas itu justru membuat laga keduanya terasa lebih hidup dan penuh gengsi. Alwi memandang situasi tersebut sebagai bahan bakar tambahan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
Dalam sistem turnamen seperti BAC, hal semacam itu sering menjadi pembeda antara pemain yang hanya bagus secara teknik dan pemain yang siap menghadapi tekanan besar. Alwi menunjukkan bahwa ia mulai masuk ke fase permainan yang lebih matang, terutama ketika pertandingan masuk ke momen-momen krusial.
Jalan berat menuju 16 besar
Laga melawan Justin juga menegaskan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di level Asia. Alwi harus menguras tenaga selama tiga gim untuk memastikan satu tempat di babak berikutnya, sesuatu yang bisa menjadi modal penting sekaligus tantangan fisik untuk putaran selanjutnya.
Berikut rangkuman jalannya pertandingan:
- Gim pertama dimenangi Alwi dengan skor tipis 21-19.
- Gim kedua menjadi milik Justin dengan skor 21-14.
- Gim penentu kembali dikuasai Alwi lewat skor 21-18.
Pola pertandingan itu menunjukkan Alwi sempat kehilangan momentum, tetapi ia mampu kembali mengatur ritme pada saat yang paling menentukan. Di level turnamen seperti BAC, kemampuan memulihkan fokus seperti ini sering kali sama pentingnya dengan kualitas pukulan.
Tantangan berikutnya makin berat
Di babak 16 besar, Alwi sudah menunggu lawan yang kualitasnya tidak kalah berbahaya. Ia berpotensi menghadapi pemenang antara Clarence Villaflor dan unggulan ketujuh asal Jepang, Kodai Naraoka, yang dikenal memiliki permainan disiplin dan stabil.
Jika Alwi mampu mempertahankan ketenangan seperti saat menghadapi Justin, peluangnya untuk melangkah lebih jauh tetap terbuka. Performa seperti ini juga memperlihatkan bahwa tunggal putra Indonesia punya pemain muda yang mulai berani bersaing di panggung besar Asia dengan mental yang semakin teruji.
