Wakil Metro TV tampil dominan pada final Nusantara Media Championship yang digelar oleh Nusantara TV. Seluruh perwakilan Metro TV berhasil menembus laga puncak, meski hanya pasangan ganda campuran Rizky/Yohana yang berhasil membawa pulang gelar juara.
Turnamen tenis meja antar media ini berlangsung di Nusantara Hall Lantai 9 NT Tower, Jakarta, dan diikuti sepuluh media nasional. Ajang tersebut mempertandingkan nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran dengan sistem skor hingga 11 poin per set, maksimal tiga set jika kedudukan imbang 1-1.
Metro TV Kuasai Laga Final
Dominasi Metro TV terlihat sejak babak awal hingga penentuan juara. Tiga wakil mereka sama-sama melaju ke final, sebuah capaian yang jarang terjadi dalam turnamen dengan peserta lintas media nasional.
Rizky/Yohana menjadi satu-satunya pasangan Metro TV yang berhasil mengunci titel juara. Pada partai final, mereka menundukkan pasangan tuan rumah Abraham/Desmona dengan permainan yang efektif dan konsisten.
Di sisi lain, dua wakil Metro TV lainnya harus puas finis sebagai runner-up. Andri/Reza kalah dari pasangan TV One pada final ganda putra, sedangkan Waluyo juga takluk dari wakil TV One pada final tunggal putra.
Kompetisi Ketat Antar Media
Ajang ini mempertemukan sejumlah media besar nasional, termasuk TV One, CNN Indonesia, Garuda TV, iNews, BTV, Kompas TV, Liputan 6, dan SINPO TV. Kehadiran para peserta dari berbagai redaksi membuat atmosfer kompetisi berlangsung sengit sejak awal.
Format pertandingan yang singkat dan padat membuat setiap poin terasa penting. Dengan sistem maksimal tiga set, para pemain dituntut tampil fokus sejak awal untuk menghindari kejutan di tengah laga.
Berikut rangkuman hasil penting dari wakil Metro TV di final:
- Rizky/Yohana: juara ganda campuran.
- Andri/Reza: runner-up ganda putra.
- Waluyo: runner-up tunggal putra.
Bagian dari Nusantara Media Fest
Randy Tampubolon, Direktur Utama Nusantara TV, menyebut turnamen ini sebagai bagian dari rangkaian Nusantara Media Fest. Ia menjelaskan bahwa agenda sebelumnya telah diisi forum diskusi antar pimpinan media yang membahas industri penyiaran dan media secara umum, serta dihadiri Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari.
Randy juga mengatakan rangkaian berikutnya mencakup Uji Kompetensi Wartawan yang bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia. Rangkaian acara ini menunjukkan bahwa kegiatan media tidak hanya berhenti pada liputan dan siaran, tetapi juga bisa berkembang ke forum kebersamaan dan peningkatan kapasitas profesional.
Dihadiri Tokoh Pemerintahan
Nusantara Media Championship juga mendapat perhatian dari sejumlah pejabat pemerintahan. Hadir di antaranya Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Utusan Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurrahman, Jaksa Agung Muda Intelijen Redha Mantovani, dan Dirut LRT Roberto Akyuwen.
Kehadiran para tokoh itu memberi bobot tambahan pada acara yang dikemas sebagai ajang olahraga sekaligus ruang pertemuan antar pelaku media. Suasana kompetitif tetap berjalan dalam koridor sportivitas, sementara interaksi antarpeserta memperlihatkan hubungan yang lebih luas antar institusi media.
Nilai Kebersamaan di Balik Persaingan
Lebih dari sekadar perebutan gelar, turnamen ini memperlihatkan bahwa media dapat membangun hubungan yang sehat di luar ruang redaksi. Pertemuan di meja tenis menegaskan bahwa persaingan tetap bisa berjalan bersama dengan penghormatan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.
Dominasi Metro TV di final menjadi sorotan utama, namun hasil itu juga memperlihatkan ketatnya persaingan di antara para peserta. Dengan tiga wakil masuk final dan satu gelar dapat diraih, Metro TV menutup ajang ini sebagai salah satu tim paling menonjol dalam Nusantara Media Championship yang menyatukan olahraga, jejaring industri, dan interaksi antar media.
