Gyselle Silva membawa GS Caltex Seoul KIXX menjuarai V-League putri setelah menundukkan Korea Expressway Hi-Pass dengan skor 3-1 pada laga penentuan di Jangchung Arena. Penyerang asal Kuba itu juga dinobatkan sebagai MVP musim, menegaskan dominasinya sepanjang rangkaian final dan musim reguler.
Kemenangan ini terasa istimewa karena GS Caltex harus melewati format best of five dan mengamankan tiga kemenangan untuk merebut gelar dari Hi-Pass yang datang sebagai juara musim reguler. Gelar terbaru tersebut menjadi trofi keempat klub dalam sejarah kompetisi dan yang pertama sejak musim 2020-2021.
Silva Jadi Pembeda di Final
Silva tampil sebagai pusat serangan GS Caltex saat tim membutuhkan solusi di momen-momen penting. Dalam final, ia mengumpulkan total 36 poin dan tetap menjaga efisiensi serangan di atas 47 persen, meski sempat merasakan nyeri pada lutut kiri pada set ketiga.
Performa itu menambah reputasinya sebagai salah satu opposite hitter paling berbahaya di V-League. Sejak bergabung pada musim 2023-2024, Silva konsisten mencetak lebih dari 1.000 poin dalam tiga musim beruntun.
Raihan poin Silva di final juga menunjukkan stabilitas yang jarang ditemukan di laga bertekanan tinggi. Ia mencatat 30 poin pada pertandingan pertama, 35 poin pada laga kedua, dan 36 poin pada duel penutup.
Catatan Musim yang Menguatkan Status MVP
Musim reguler membuktikan bahwa kontribusi Silva bukan hanya milik partai final. Ia membukukan 1.083 poin dari 36 pertandingan dan mencatat rekor poin terbanyak dalam satu musim di divisi putri, menurut data yang dikutip dari tvOnenews.com.
Produktivitas itu memperlihatkan peran yang sangat besar dalam sistem permainan GS Caltex. Saat tim membutuhkan serangan yang konsisten, Silva hampir selalu menjadi opsi utama dan mampu menjaga ritme skor dari awal sampai akhir laga.
Berikut ringkasan kontribusi Silva yang paling menonjol musim ini:
| Kategori | Catatan |
|---|---|
| Poin di final | 36 poin |
| Poin musim reguler | 1.083 poin |
| Jumlah laga musim reguler | 36 pertandingan |
| Rekor musim | Poin terbanyak dalam satu musim di divisi putri |
| Gelar klub | Juara V-League |
Pujians dari Ruang Ganti GS Caltex
Setelah pertandingan, Silva menyampaikan rasa bahagianya karena impian yang ia kejar selama tiga musim akhirnya terwujud. Ia juga menegaskan kebanggaannya terhadap tim dan menyebut ingin menghabiskan waktu bersama putrinya.
Pelatih GS Caltex, Lee Young-taek, memberi apresiasi khusus atas determinasi Silva di final. Ia menilai sang opposite hitter tampil luar biasa dan bahkan tetap bertahan di lapangan saat rasa sakit pada lututnya kembali muncul di set ketiga.
Komentar itu memperlihatkan betapa pentingnya peran Silva dalam keberhasilan tim. GS Caltex tidak hanya mengandalkan satu nama, tetapi Silva jelas menjadi pemain yang paling menentukan dalam duel puncak tersebut.
Hi-Pass Gagal Menjawab Tekanan Final
Di sisi lain, Korea Expressway Hi-Pass datang ke final dengan status unggulan, tetapi gagal memenangkan satu pun laga penentuan. Penurunan performa sejumlah pemain kunci menjadi faktor besar yang membuat mereka tidak mampu mengimbangi GS Caltex.
Sorotan tertuju pada Kang So-hwi, pemain dengan kontrak tertinggi di Liga Korea senilai 2,4 miliar won. Cedera punggung bawah yang dialaminya membuat kontribusinya menurun tajam pada fase krusial, termasuk di seri kejuaraan.
Kang hanya mencatat 7 poin pada laga pertama, 11 poin pada laga kedua, dan 6 poin pada pertandingan ketiga sebelum digantikan karena keluhan punggungnya kambuh. Total 24 poin dari tiga laga final jauh tertinggal dari output pemain pengganti GS Caltex seperti Kwon Min-ji dan Yoo Seo-yeon yang tampil lebih efektif.
Kekalahan Hi-Pass mempertegas betapa tipisnya margin di level tertinggi voli putri Korea. Saat Silva terus menjaga tekanan dari sisi serangan, GS Caltex berhasil memanfaatkan momentum dan menutup musim dengan gelar juara serta MVP untuk figur paling dominannya.
