Justin Hubner kembali menjadi sorotan di Eredivisie setelah mengalami insiden keras yang membuat pemain NAC Breda, Lewis Holtby, cedera dalam laga bersama Fortuna Sittard. Di saat yang sama, bek keturunan Indonesia itu juga melontarkan sindiran tajam kepada NAC Breda terkait polemik “paspoortgate” yang sempat menyeret namanya.
Pertandingan yang berakhir 1-1 itu memanas pada menit ke-38 ketika Hubner melakukan tekel ke arah kaki Holtby. Benturan tersebut membuat kaki kiri Holtby tampak robek dan memperlihatkan jaringan bagian dalam, sementara pemain NAC Breda itu tak bisa melanjutkan laga.
Tekel keras dan dampak di lapangan
Hubner tidak diganjar kartu oleh wasit dalam insiden tersebut, meski situasinya terlihat cukup serius. Holtby langsung ditarik keluar, dan momen itu menambah tensi pertandingan yang sejak awal berjalan ketat.
Berikut rangkaian peristiwa penting dari laga tersebut:
- Menit ke-38, Hubner melakukan tekel ke arah Holtby.
- Holtby mengalami cedera pada kaki kiri dan harus ditarik keluar.
- Wasit tidak memberikan kartu untuk Hubner.
- Laga tetap berakhir imbang 1-1.
Insiden itu membuat publik kembali memperhatikan Hubner, yang baru saja kembali merumput setelah sempat tidak dimainkan oleh klubnya pada awal April. Posisinya sempat ikut terseret dalam polemik administratif yang ramai dibicarakan di Liga Belanda.
Kembalinya Hubner usai polemik paspor
Nama Hubner masuk dalam daftar sekitar 25 pemain keturunan yang ikut terdampak kasus “paspoortgate”. Kasus ini muncul setelah NAC Breda melayangkan laporan ke Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, mengenai status paspor dan administrasi pemain keturunan yang sudah berpindah kewarganegaraan.
Laporan NAC Breda itu juga menyinggung Dean James, pemain Go Ahead Eagles yang telah menjadi warga negara Indonesia. Klub asal Breda itu menilai ada masalah pada izin kerja dan kelayakan pemain tertentu untuk tampil, menyusul kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles.
KNVB kemudian melakukan investigasi menyeluruh. Federasi tidak menemukan pelanggaran dalam kasus tersebut dan menyatakan para pemain yang terdampak, termasuk Hubner, tidak bersalah serta tidak menerima sanksi.
Sindiran tajam kepada NAC Breda
Setelah kembali bermain, Hubner tidak menahan kritiknya terhadap NAC Breda. Pemain berusia 22 tahun itu menilai klub tersebut terlalu jauh mencampuri urusan kewarganegaraan dan paspor para pemain.
“Bukan hal yang menyenangkan ketika Anda tidak diizinkan berlatih atau bermain karena masalah paspor itu. Dan juga karena NAC,” kata Hubner, dilansir ESPN.
Ia juga menyebut langkah manajemen NAC Breda sebagai tindakan yang memalukan. “Pertama-tama, saya merasa ini skandal apabila manajemen klub [NAC Breda] telah mengambil tindakan. Apa masalahnya bagi klub itu dengan kewarganegaraan kami? Biarkan kami bermain sepakbola,” ujarnya.
Hubner bahkan mengaitkan laporan NAC Breda dengan kekalahan besar yang mereka alami dari Go Ahead Eagles. Menurut dia, klub yang kalah 6-0 tidak pantas bersuara terlalu keras soal isu paspor pemain.
Isi polemik yang menyeret banyak pemain
Kasus “paspoortgate” tidak hanya berdampak pada Hubner. Polemik ini ikut menyeret sejumlah pemain keturunan di Liga Belanda karena klub-klub mulai mempertanyakan aspek administratif pemain yang sudah berganti kewarganegaraan.
Berikut inti persoalan yang sempat memicu kegaduhan:
| Pokok isu | Penjelasan singkat |
|---|---|
| Laporan klub | NAC Breda mengajukan keluhan ke KNVB |
| Fokus masalah | Status paspor dan izin kerja pemain keturunan |
| Dampak awal | Sejumlah pemain sempat tidak dimainkan |
| Hasil investigasi | KNVB tidak menemukan pelanggaran |
| Konsekuensi | Pemain terdampak, termasuk Hubner, kembali boleh bermain |
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana urusan administratif dapat memengaruhi karier pemain di tengah musim kompetisi. Dalam situasi seperti ini, keputusan federasi menjadi sangat penting karena langsung menentukan apakah seorang pemain bisa turun ke lapangan atau tidak.
Sorotan berikutnya untuk Hubner
Bagi Hubner, laga melawan NAC Breda bukan hanya soal comeback, tetapi juga soal balasan verbal terhadap klub yang sempat memicu polemik. Setelah lolos dari investigasi KNVB, ia kini kembali fokus menjalani pertandingan bersama Fortuna Sittard, meski insiden tekel kerasnya turut memunculkan perhatian baru dari publik sepakbola Belanda.
