Arab Saudi menjadi salah satu tim Timur Tengah yang paling konsisten di panggung Piala Dunia. Sejak debut pada 1994, The Green Falcon hanya absen dua kali dan kini kembali bersiap tampil di Piala Dunia 2026.
Konsistensi itu membuat Arab Saudi sering dipandang sebagai kekuatan utama Asia Barat dalam sepak bola internasional. Di ajang terbesar FIFA, mereka bukan hanya rutin lolos, tetapi juga beberapa kali menghadirkan kejutan besar yang memperkuat reputasi mereka.
Tim Timur Tengah yang Paling Konsisten di Piala Dunia
Arab Saudi sudah mengoleksi tujuh partisipasi Piala Dunia sejak pertama kali tampil pada 1994. Mereka hanya gagal lolos pada edisi 2010 di Afrika Selatan dan 2014 di Brasil.
Catatan itu menunjukkan stabilitas yang jarang dimiliki banyak tim Asia. Dalam tiga siklus terakhir, mereka juga sukses lolos ke Piala Dunia 2018, 2022, dan 2026.
Awal Debut yang Langsung Bersejarah
Arab Saudi mengawali kiprah Piala Dunia pada edisi 1994 di Amerika Serikat. Saat itu mereka tergabung di Grup F bersama Maroko, Swedia, Belgia, dan Belanda.
Di bawah asuhan Jorge Solari, Arab Saudi langsung memberi kejutan. Mereka menang atas Maroko dan Belgia, lalu melaju ke babak 16 besar sebagai tim debutan dari Asia.
Prestasi itu menjadi fondasi penting dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Hingga kini, debut mereka di Piala Dunia masih dianggap sebagai salah satu awal paling mengesankan untuk tim Asia.
Peran Besar Herve Renard
Nama Herve Renard punya tempat khusus dalam perjalanan Arab Saudi modern. Pelatih asal Prancis itu mulai menangani tim pada 2019 dan berhasil mengangkat performa tim dengan sumber daya pemain yang terbatas.
Sebelum ke Arab Saudi, Renard sudah punya rekam jejak kuat di Afrika. Ia membawa Zambia juara Piala Afrika 2012 dan mengantar Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2015.
Ia juga pernah membawa Maroko lolos ke Piala Dunia 2018 dan bersaing di Grup B bersama Iran, Portugal, dan Spanyol. Pengalaman itu membuatnya dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim kompetitif dalam waktu relatif singkat.
Bersama Arab Saudi, Renard sukses mengantar mereka ke Piala Dunia 2022 dan kembali ke Piala Dunia 2026. Perannya sangat penting dalam menjaga kontinuitas tim di level tertinggi.
Kemenangan Atas Argentina yang Mengguncang Dunia
Salah satu momen paling ikonik Arab Saudi terjadi pada Piala Dunia 2022. Saat itu mereka mengalahkan Argentina 2-1 di fase grup, hasil yang langsung menarik perhatian dunia.
Kemenangan itu punya dampak besar karena Argentina datang sebagai calon juara dunia. Arab Saudi menunjukkan disiplin, keberanian, dan organisasi permainan yang rapat untuk menumbangkan lawan yang lebih diunggulkan.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Arab Saudi bukan sekadar peserta. Mereka bisa bersaing dan memberi kejutan terhadap tim-tim elite dunia ketika tampil dalam performa terbaik.
Lolos ke 2026 Lewat Persaingan Ketat
Jalan Arab Saudi menuju Piala Dunia 2026 juga tidak mudah. Mereka memastikan tiket setelah melewati ronde keempat kualifikasi dengan kemenangan 3-2 atas Indonesia dan hasil imbang 0-0 melawan Irak.
Arab Saudi akhirnya lolos berkat selisih gol dari Irak. Detail itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan di zona Asia, sekaligus menggambarkan pentingnya setiap gol dalam fase kualifikasi.
Kembali lolos ke putaran final mempertegas posisi mereka sebagai tim yang konsisten di kawasan Timur Tengah. Mereka tetap mampu menjaga level kompetitif meski menghadapi perubahan pelatih dan tekanan tinggi di babak kualifikasi.
Rekam Jejak Arab Saudi di Piala Dunia
- 1994: debut dan lolos ke 16 besar
- 1998: tampil lagi sebagai salah satu wakil Asia yang stabil
- 2002: kembali mengukur kekuatan di level dunia
- 2006: tampil untuk keempat kalinya dan tetap menjaga tradisi lolos
- 2018: bangkit setelah dua edisi absen
- 2022: mencetak kemenangan bersejarah atas Argentina
- 2026: kembali hadir dengan status tim yang makin berpengalaman
Data itu memperlihatkan bahwa Arab Saudi bukan tim yang hanya sesekali muncul. Mereka punya pola konsisten dalam kualifikasi dan kerap datang ke Piala Dunia dengan ambisi besar.
Pemain Penting dalam Sejarah Tim
Sami Al Jaber dan Salem Al Dawsari sama-sama memegang status pencetak gol terbanyak Arab Saudi di Piala Dunia dengan tiga gol. Al Jaber juga mencatat rekor unik karena mencetak gol di tiga edisi berbeda, yakni 1994, 1998, dan 2006.
Kontribusi kedua pemain itu mencerminkan peran individu dalam perjalanan panjang Arab Saudi. Di turnamen sebesar Piala Dunia, produktivitas pemain kunci sering menjadi pembeda dalam momen-momen krusial.
Arab Saudi kini datang ke Piala Dunia 2026 dengan pengalaman yang jauh lebih matang dibanding debut mereka tiga dekade lalu. Dengan sejarah konsisten, pelatih berpengalaman, dan kemampuan menciptakan kejutan, The Green Falcon tetap menjadi salah satu tim Asia yang patut diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com






