Praful Hinge mencuri perhatian besar di Indian Premier League setelah tampil sebagai pemain pertama yang memborong tiga wicket pada over pembuka saat Sunrisers Hyderabad melawan Rajasthan Royals. Aksi itu terjadi di Stadion Internasional Rajiv Gandhi dan langsung menempatkan namanya dalam catatan sejarah IPL.
Pencapaian tersebut terasa semakin spesial karena Hinge baru menuntaskan proses pemulihan dari cedera punggung bawah yang sempat menghambat perjalanan kariernya. Ia kemudian membayar kepercayaan yang diberikan SRH dengan debut gemilang dan statistik 4-34, sekaligus meraih gelar Player of the Match.
Comeback yang Tidak Instan
Kisah Hinge menunjukkan bahwa performa puncak di level tertinggi kerap dibangun melalui proses panjang dan disiplin. Sebelum tampil di IPL, bowler berusia 24 tahun itu menjalani rehabilitasi intensif di MRF Pace Foundation sejak 2023.
Cedera punggung bawah sempat menjadi ancaman serius bagi kelanjutan kariernya sebagai fast bowler. Dalam olahraga kriket, masalah pada punggung sering membuat akselerasi lari, ritme awalan, dan konsistensi pelepasan bola terganggu.
Perbaikan Teknik Jadi Titik Balik
Pelatih MRF Pace Foundation, M Senthilnathan, menyebut timnya tidak hanya fokus pada pemulihan fisik. Mereka juga meneliti sisi teknis yang memicu cedera agar masalah serupa tidak kembali muncul saat Hinge bermain di level elite.
Menurut Senthilnathan, penyesuaian dilakukan pada teknik melempar Hinge agar beban pada tubuhnya lebih terkendali. Ia mengatakan, “Pada tahun 2023, kami menyadari ada masalah teknis dan menyempurnakan tekniknya, yang membantunya bekerja lebih baik sehingga cederanya mungkin tidak terulang kembali.”
Pendekatan itu penting karena fast bowler membutuhkan efisiensi gerak yang tinggi. Jika teknik dasar tidak stabil, beban pada punggung dan bahu bisa meningkat saat menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Peran Australia dan Glenn McGrath
Selain dibina di India, Hinge juga memperkaya pengalamannya melalui program pertukaran dengan Cricket Australia. Ia dikirim ke High-Performance Centre di Brisbane, Australia, dan menjalani pengembangan selama dua tahun di sana.
Fokus pelatihan itu tidak hanya pada kecepatan bola, tetapi juga akurasi, pengaturan tenaga, dan ketahanan fisik. Dalam konteks kriket modern, tiga aspek tersebut sangat menentukan karena tim membutuhkan bowler yang bisa konsisten dalam banyak format pertandingan.
Glenn McGrath ikut memberi pengaruh besar pada perkembangan Hinge. Legenda kriket Australia itu mendampingi sebagai Direktur Pelatih di Foundation dan menekankan pentingnya membangun tekanan terhadap pemukul lawan, bukan sekadar mengejar wicket setiap saat.
Data Penting dari Loncatan Karier Hinge
- Pemain pertama yang mencatat tiga wicket pada over pembuka IPL.
- Mencetak statistik 4-34 pada debutnya untuk SRH.
- Dinobatkan sebagai Player of the Match.
- Menjalani rehabilitasi punggung bawah sejak 2023 di MRF Pace Foundation.
- Mengasah kemampuan di High-Performance Centre Brisbane selama dua tahun.
- Mendapat arahan teknis dari Glenn McGrath untuk menghadapi tekanan pertandingan.
Bagi SRH, kehadiran Hinge memberi tambahan kekuatan di lini bowling yang sangat berharga. Ia bukan hanya memberi hasil instan dalam satu pertandingan, tetapi juga menghadirkan potret pemain yang pulih dari cedera, berkembang lewat pembenahan teknik, lalu membuktikan diri di panggung terbesar IPL.
