Persija Jakarta tampil disiplin saat menundukkan Persebaya Surabaya 3-0 pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/26, 11 April. Hasil itu bukan hanya lahir dari ketajaman lini depan, tetapi juga dari organisasi bertahan yang membuat Persebaya kesulitan total menembus area berbahaya.
Mauricio Souza bahkan menilai laga tersebut sebagai salah satu contoh terbaik dari keseimbangan tim yang ia inginkan. Ia menyoroti performa lini belakang Macan Kemayoran yang tampil sangat rapat, lalu memuji kontribusi pemain di semua lini dalam menjaga stabilitas permainan.
Persebaya Dibuat Mandul di Depan Gawang
Salah satu fakta paling mencolok dari laga ini adalah Persebaya tak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Statistik itu menegaskan betapa efektifnya Persija dalam memutus alur serangan lawan sejak bola masih berada di area tengah.
Carlos Eduardo mendapat perlindungan kuat di bawah mistar, sementara empat bek Persija bekerja sangat terorganisasi. Bruno Tubarao, Rizky Ridho, Paulo Ricardo, dan Dony Tri Pamungkas tampil sebagai benteng yang sulit ditembus sepanjang pertandingan.
Mauricio Souza menilai dua bek tengahnya bermain sangat baik dalam menjaga konsentrasi dan posisi. Ia juga menyebut Tubarao tampil lebih baik pada babak kedua setelah sempat tidak seefektif di paruh pertama.
Pujian Khusus untuk Dony Tri Pamungkas
Nama Dony Tri Pamungkas menjadi sorotan utama dalam komentar Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil itu menyebut sang bek tampil di atas rata-rata dan memberikan kontribusi yang sangat penting untuk menjaga kestabilan permainan Persija.
Mauricio bahkan menggunakan kata “sensasional” untuk menggambarkan penampilan Dony. Pujian itu menunjukkan betapa besar peran bek muda tersebut dalam sistem bertahan Persija saat menghadapi tekanan Persebaya.
- Rizky Ridho menjaga area tengah pertahanan dengan disiplin.
- Paulo Ricardo tampil solid dalam duel dan penjagaan ruang.
- Bruno Tubarao memberi kontribusi lebih baik pada babak kedua.
- Dony Tri Pamungkas mendapat pujian paling tinggi dari Mauricio Souza.
Bukan Hanya Bek, Gelandang Juga Ikut Menutup Ruang
Mauricio Souza menegaskan bahwa pertahanan Persija tidak hanya bergantung pada empat bek dan kiper. Fabio Calonego serta Van Basty Souza disebut ikut menjaga kedalaman tim dengan cara yang konsisten dan disiplin.
Dua gelandang itu membantu menghalangi Persebaya membangun serangan dari lini kedua. Peran mereka membuat Persija mampu mempertahankan bentuk tim dan memberi rasa aman kepada barisan belakang.
Mauricio menegaskan tim yang bagus harus seimbang saat menyerang dan bertahan. Menurutnya, Persija punya kedua aspek itu dalam laga melawan Persebaya karena mampu tampil efektif di depan sekaligus rapat di belakang.
Eksel Runtukahu Dapat Apresiasi atas Tekanan dari Depan
Kontribusi defensif Persija juga datang dari lini serang, termasuk Eksel Runtukahu yang berstatus striker. Mauricio Souza menilai Eksel aktif menekan bek tengah lawan dan membantu memulai fase bertahan dari lini depan.
Menurut Mauricio, tekanan dari penyerang sangat penting dalam sistem permainan modern. Ia menilai kerja keras Eksel memberi energi tambahan bagi tim dan memudahkan Persija mengambil alih kontrol pertandingan.
Pola seperti ini membuat Persija tidak hanya bertahan dengan blok rendah. Tim justru mampu menekan sejak awal jalur serangan lawan dan memaksa Persebaya kehilangan ritme permainan.
Alasan Persija Terlihat Lebih Kuat Saat Bertahan
Kemenangan atas Persebaya memperlihatkan bahwa Persija sedang membangun identitas permainan yang lebih matang. Tim tidak hanya bergantung pada kualitas individu, tetapi juga pada koordinasi antarlini yang berjalan serasi.
Berikut faktor kunci yang terlihat dari laga tersebut:
- Lini belakang tampil rapat dan disiplin.
- Gelandang aktif memutus serangan sejak awal.
- Penyerang ikut menekan bek lawan.
- Kiper mendapat perlindungan yang sangat baik.
- Persija bermain seimbang saat menyerang dan bertahan.
Hasil ini juga memberi sinyal kuat bahwa Persija mulai menemukan formula pertahanan yang lebih konsisten. Jika organisasi seperti ini terus terjaga, Macan Kemayoran akan punya modal besar untuk menghadapi laga-laga berikutnya di BRI Super League 2025/26.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id