Juan Musso membantah keras tudingan Raphinha yang menyebut ada kecurangan wasit dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan Barcelona. Kiper Atletico itu menilai kemenangan timnya tidak lahir dari keputusan tidak adil, melainkan dari kerja keras di lapangan hingga Atletico tetap lolos dengan agregat 3-2 meski kalah 1-2 pada laga tersebut.
Polemik muncul setelah Barcelona merasa dirugikan oleh beberapa momen penting di pertandingan yang dipimpin Clement Turpin. Kekecewaan itu makin besar setelah Eric Garcia diganjar kartu merah dan Fermin Lopez mengalami cedera di area hidung usai benturan dengan Musso dalam situasi perebutan bola.
Respons Musso atas tudingan “perampokan”
Musso menolak istilah yang dipakai Raphinha untuk menggambarkan pertandingan itu. Ia menilai klaim bahwa Atletico Madrid melakukan “perampokan” terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan jalannya laga yang sesungguhnya.
“Seolah-olah ada tiga penalti yang tidak diberikan kepada mereka atau empat kartu merah. Anda tidak bisa membicarakan tentang perampokan,” ujar Musso, dikutip dari AS. Pernyataan itu menunjukkan bahwa pihak Atletico ingin menegaskan hasil pertandingan tidak dipengaruhi niat buruk wasit.
Musso juga menyinggung bahwa Barcelona seharusnya melihat konteks permainan secara utuh. Atletico, menurut dia, tampil efektif dan sudah menunjukkan kualitas saat menang 2-0 pada pertemuan sebelumnya di kandang lawan.
Insiden dengan Fermin Lopez dianggap tidak sengaja
Benturan Musso dengan Fermin Lopez menjadi salah satu momen yang paling disorot setelah laga. Fermin sempat mengalami luka pada hidung, dan insiden itu memicu kritik keras dari kubu Barcelona terhadap wasit dan jalannya pertandingan.
Musso menjelaskan bahwa situasi tersebut terjadi karena duel normal dalam perebutan bola. Ia menyebut Fermin menanduk bola, sementara dirinya berusaha menutup ruang dengan kaki untuk mengamankan momen itu.
“Itu adalah gerakan yang bisa terjadi, dia menanduk bola dan aku menjulurkan kakiku untuk menghalangi bola. Bagaimana mungkin ada orang yang menganggap itu penalti?” kata Musso dalam pembelaannya. Ia juga menegaskan sempat menghampiri Fermin untuk memastikan kondisi lawannya setelah benturan terjadi.
Kronologi singkat polemik Atletico Madrid vs Barcelona
Berikut rangkaian peristiwa yang memicu perdebatan di laga tersebut:
- Barcelona menang 2-1 pada leg kedua.
- Atletico Madrid tetap lolos karena unggul agregat 3-2.
- Eric Garcia menerima kartu merah yang memanaskan suasana.
- Fermin Lopez mengalami cedera usai benturan dengan Juan Musso.
- Raphinha melontarkan tudingan bahwa wasit melakukan “perampokan”.
- Musso membantah tudingan itu dan menyebut keputusan wasit tidak layak disebut kecurangan.
Atletico menilai hasil sudah sesuai perjuangan di lapangan
Musso menilai kemenangan agregat Atletico merupakan buah dari konsistensi dan disiplin tim, bukan hasil manipulasi keputusan wasit. Dari sudut pandang Atletico, laga berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh duel keras, seperti yang memang biasa terjadi di fase gugur Liga Champions.
Ia juga menekankan rasa hormatnya terhadap Barcelona. Meski demikian, Musso mengingatkan bahwa kritik yang terlalu jauh hanya akan memperbesar ketegangan dan mengaburkan fakta bahwa kedua tim sama-sama tampil dalam tekanan tinggi.
Dampak untuk suasana pascalaga
Komentar Raphinha dan bantahan Musso menandai betapa panasnya reaksi setelah duel dua tim besar Eropa itu. Laga seperti ini memang kerap memunculkan debat panjang karena setiap keputusan wasit bisa mengubah arah pertandingan, terutama ketika margin agregat sangat tipis.
Di sisi Atletico, pembelaan Musso juga berfungsi menjaga fokus tim menjelang fase semifinal. Sementara itu, Barcelona tampaknya masih membawa rasa frustrasi atas sejumlah keputusan yang mereka anggap merugikan, sehingga pernyataan dari kedua kubu diperkirakan masih akan menjadi bahan pembicaraan di ruang ganti maupun media Eropa.







