Cremonese Gagal Manfaatkan Laga Kandang, Torino Pulang Dengan Satu Poin Di Giovanni Zini

Torino pulang dengan satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini pada pekan ke-33 Serie A. Bagi tuan rumah, hasil ini terasa semakin berat karena mereka gagal memanfaatkan laga kandang untuk memperbaiki posisi dalam persaingan keluar dari zona degradasi.

Cremonese sebenarnya datang ke pertandingan ini dengan kebutuhan mendesak untuk meraih kemenangan. Namun, performa mereka justru kembali menunjukkan masalah yang sudah terlihat dalam beberapa laga terakhir, terutama dalam hal produktivitas dan efektivitas di depan gawang.

Performa Cremonese kian mengkhawatirkan

Data dari gazzetta.it menunjukkan bahwa Cremonese hanya meraih satu kemenangan dalam 18 pertandingan terakhir. Dalam periode itu, tim berjuluk grigiorossi tersebut hanya mampu mengumpulkan tujuh poin dan mencetak delapan gol, angka yang memperlihatkan betapa sulitnya mereka mengubah peluang menjadi hasil positif.

Catatan itu menempatkan Cremonese sebagai tim dengan performa terburuk di liga dalam rentang pertandingan tersebut. Situasi ini membuat tekanan terhadap tim tuan rumah semakin besar, terlebih laga melawan Torino seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk memutus tren buruk.

Torino sendiri datang dengan modal yang lebih baik dibandingkan lawannya. Tim asuhan Roberto D’Aversa itu disebut memiliki rata-rata dua poin per pertandingan dari enam laga terakhir, meski pada akhirnya tidak mampu membawa pulang kemenangan dari Giovanni Zini.

Torino menekan sejak awal

Sejak menit awal, Torino langsung memberi tekanan melalui Nikola Vlasic dan Marcus Holmgren Pedersen. Salah satu peluang lahir dari umpan silang Vlasic ke area penalti, tetapi Sebastiano Luperto berhasil menyapu ancaman itu lewat sundulan tepat waktu.

Torino juga sempat membahayakan lewat aksi Gvidas Gineitis yang menusuk cepat dan memaksa Warren Bondo melakukan pelanggaran. Gineitis kemudian mengambil sendiri tendangan bebas tersebut, tetapi bola hanya mengenai pagar betis pertahanan Cremonese.

Di sisi lain, Cremonese mendapat momen ketika kiper Torino, Alberto Paleari, melakukan tendangan gawang yang tidak sempurna. Meski begitu, peluang itu tidak berujung gol karena tuan rumah gagal memaksimalkan situasi yang sebenarnya bisa menjadi celah penting.

Peluang terbaik Cremonese justru datang dari kombinasi Alberto Grassi dan Jorne Vandeputte. Umpan Grassi mengarah ke Vandeputte, tetapi sepakan yang dihasilkan masih bisa diamankan Paleari tanpa kesulitan berarti.

Susunan pemain dan skema permainan

Cremonese menurunkan Emil Audero di bawah mistar dengan formasi 4-4-2. Mereka menempatkan Federico Bonazzoli dan Antonio Sanabria sebagai duet lini depan, sementara Torino memilih formasi 3-4-1-2 dengan Giovanni Simeone dan Che Adams sebagai penyerang utama.

Berikut susunan pemain utama pada laga tersebut:

Tim Formasi Susunan Pemain
Cremonese 4-4-2 Audero; Terracciano, Baschirotto, Luperto, Pezzella; Floriani Mussolini, Bondo, Grassi, Vandeputte; Bonazzoli, Sanabria
Torino 3-4-1-2 Paleari; Coco, Maripan, Ebosse; Pedersen, Casadei, Gineitis, Obrador; Vlasic; Simeone, Adams

Pertandingan ini berakhir tanpa gol dan membuat Torino gagal mencatat tiga kemenangan beruntun, sesuatu yang terakhir mereka raih pada musim 2018/2019 saat masih ditangani Walter Mazzarri. Duel tersebut juga disiarkan secara eksklusif melalui layanan streaming DAZN, melengkapi laga yang berjalan ketat namun minim penyelesaian akhir dari kedua kubu.

Exit mobile version