Ilie Poenaru Siap Gantikan Mirel Radoi Di FCSB, Tekanan Tak Jadi Masalah!

Ilie Poenaru menyatakan dirinya siap jika FCSB benar-benar memilihnya sebagai pengganti Mirel Radoi. Pelatih berusia matang itu menegaskan belum ada kontak resmi, namun ia terbuka terhadap peluang menangani klub raksasa Rumania tersebut.

Situasi di FCSB menghangat setelah Radoi dikabarkan akan menjalani laga terakhir melawan Farul Constanta pada Senin, 20 April 2026. Ia disebut sudah sepakat untuk melanjutkan karier di klub Turki, Gaziantep, sehingga manajemen FCSB harus cepat mencari pelatih baru untuk sisa empat pertandingan liga dan laga play-off kualifikasi Conference League.

Poenaru Masuk Daftar Kandidat

Nama Ilie Poenaru muncul sebagai salah satu calon suksesor, bersama Elias Charalambous, Toni Petrea, dan Andrei Prepelita. Poenaru sendiri tidak menutupi rasa terkejutnya saat mengetahui namanya masuk daftar tersebut, tetapi ia juga menganggapnya sebagai bentuk pengakuan atas pekerjaannya sejauh ini.

“Nu știu nimic. Nu m-a sunat nimeni. Sunt surprins, dar și mândru că sunt pe o listă, nu contează al câtelea sunt. FCSB este cel mai mare club din România. În trecut, am mai avut discuții, dar nu am ajuns la un numitor comun,” kata Poenaru.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa komunikasi formal dengan FCSB belum terjadi. Meski begitu, Poenaru tetap memberi sinyal positif bila tawaran benar-benar datang.

Pengalaman Jadi Modal Utama

Mantan pelatih Academica Clinceni itu menilai pengalamannya melatih sejumlah klub telah membentuk kesiapan mental dan taktiknya. Ia pernah menangani tim-tim dengan tantangan berbeda, termasuk klub yang tidak memiliki fasilitas dan tekanan sebesar FCSB.

Dalam pandangannya, perjalanan itu membuatnya lebih matang menghadapi tuntutan besar. Poenaru menegaskan bahwa dirinya sudah menemukan keseimbangan sebagai pelatih dan siap menerima tantangan baru jika kesempatan datang.

“Pentru mine, înseamnă ceva și mă motivează. În decursul acestor ani și faptul că am fost la cluburi care nu sunt la nivelul FCSB-ului, am întâlnit diverse probleme și m-am maturizat. Am ajuns la un echilibru foarte mare și sunt pregătit pentru orice. Dacă ar fi să fie, da, aș spune da. De ce nu?” ujar Poenaru.

Tekanan Dianggap Bagian dari Pekerjaan

Bagi Poenaru, melatih klub sebesar FCSB berarti bekerja dengan fasilitas yang lengkap dan skuad kuat. Ia menilai faktor itu justru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelatih yang ingin menguji kapasitasnya di level lebih tinggi.

Ia juga menolak anggapan bahwa tekanan besar bisa menjadi beban. Menurutnya, tekanan adalah bagian alami dari pekerjaan pelatih, dan justru menjadi sumber motivasi untuk terus berkembang.

“Ai toate condițiile posibile și nu mai vorbim de lotul avut la dispoziție. Presiunea nu este o problemă pentru mine, îmi place. Nu ai motivație acolo unde nu este presiune,” kata Poenaru kepada Digisport.

Pernyataan itu memperlihatkan pendekatan yang tegas terhadap karier kepelatihan. Poenaru bahkan menyebut dirinya tipe pelatih yang memilih pergi ketika situasi tidak berjalan baik, tanpa menunggu untuk diberhentikan.

Jejak Karier yang Jadi Pertimbangan

Karier kepelatihan Poenaru dimulai bersama Inter Clinceni pada 2012 dan berlanjut ke beberapa klub lain. Ia kemudian menangani FC Voluntari, Gaz Metan Medias, hingga UTA Arad, sehingga memiliki pengalaman yang cukup di kompetisi domestik Rumania.

Dengan latar belakang itu, Poenaru dipandang sebagai sosok yang memahami dinamika sepak bola lokal dan tekanan di klub besar. FCSB kini berada dalam posisi penting untuk menentukan arah tim secepat mungkin agar stabilitas tetap terjaga pada fase akhir musim dan laga-laga penentuan yang menanti.

Berita Terkait

Back to top button