Coventry City resmi mengunci gelar juara EFL Championship setelah menghajar Portsmouth 5-1 di CBS Arena. Hasil itu memastikan tim asuhan Frank Lampard tak lagi terkejar, meski musim masih menyisakan dua pertandingan.
Kemenangan besar tersebut juga menegaskan dominasi Coventry City yang sudah lebih dulu memastikan tiket promosi ke Premier League lewat hasil imbang 1-1 di markas Blackburn Rovers. Dengan capaian itu, The Sky Blues menutup penantian hampir 30 tahun untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
Gelar yang datang lewat konsistensi
Coventry tidak sekadar menjuarai liga, tetapi juga menunjukkan kestabilan performa sepanjang musim. Berdasarkan data klasemen, tim ini masih berpeluang mengakhiri musim dengan 95 poin jika mampu memenangi dua laga tersisa melawan Wrexham dan Watford.
Perolehan itu memperlihatkan betapa kuatnya perjalanan Coventry City di bawah Lampard. Klub ini mampu menjaga ritme, memetik hasil penting pada momen krusial, dan memastikan posisi puncak sebelum musim berakhir.
Lampard dapat apresiasi atas kerja tim
Atas keberhasilan tersebut, Frank Lampard dinobatkan sebagai EFL Championship Manager of the Season. Mantan gelandang Chelsea itu mengaku emosional saat promosi dipastikan di Blackburn, karena pencapaian tersebut terasa sangat berarti bagi klub dan para pendukungnya.
Lampard menilai keberhasilan Coventry tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk manajemen klub, pemain, dan mantan pelatih Mark Robins. Ia juga menyoroti suasana ruang ganti yang solid sebagai faktor penting di balik keberhasilan tim musim ini.
“Ketika masuk ke sebuah grup, bukan hanya talenta sepak bolanya yang penting, tetapi bagaimana mereka saling menjaga, berlatih dengan baik, dan saling mendukung,” ujar Lampard. Ia menambahkan bahwa kebersamaan menjadi “emas” dalam perjalanan Coventry sejauh ini.
Target berikutnya adalah Premier League
Di tengah euforia juara, Lampard tidak menutupi tantangan besar yang menunggu Coventry City di Premier League. Ia menegaskan bahwa klub harus bergerak cepat untuk melakukan pembenahan agar siap menghadapi level kompetisi yang jauh lebih berat.
Lampard menyebut Coventry perlu tetap ambisius dan memanfaatkan beberapa pekan ke depan untuk menikmati keberhasilan sebelum bekerja lebih serius di balik layar. “Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujarnya, seraya menekankan bahwa klub harus menyiapkan langkah yang tepat agar bisa bertahan dan bersaing dengan baik.
Kepastian Coventry sebagai juara juga membuat persaingan untuk satu tiket promosi otomatis tersisa semakin sengit. Mirror melaporkan bahwa Ipswich Town, Millwall, Southampton, dan Middlesbrough masih memiliki peluang untuk finis di posisi kedua pada sisa laga musim ini.
Sementara itu, bagi Coventry City, kemenangan atas Portsmouth bukan hanya soal tiga poin, melainkan penegasan status mereka sebagai tim terbaik di Championship musim ini. Gelar ini menutup perjalanan panjang yang penuh kerja keras dan membuka babak baru di Premier League dengan ekspektasi yang jauh lebih besar.







