Pengusaha Joshus Franklin resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) DKI Jakarta untuk periode 2026-2030. Pendaftaran itu menjadi langkah awal yang ia tempuh untuk ikut mendorong prestasi bola tangan Jakarta agar terus berkembang.
Kehadirannya saat menyerahkan berkas pendaftaran menarik perhatian karena ia datang bersama sejumlah pendukung dan atlet muda. Langkah tersebut juga menegaskan bahwa pencalonan Joshus tidak hanya bertumpu pada latar belakang bisnis, tetapi juga pada pengalamannya di manajemen organisasi olahraga.
Latar belakang dan pengalaman organisasi
Joshus Franklin dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak di dunia usaha dan organisasi. Ia merupakan lulusan Bachelor of Commerce dari Deakin University Melbourne dan pernah menjabat sebagai bendahara pada klub bola tangan The Xshield.
Selain aktif di bidang profesional, Joshus juga punya pengalaman sebagai atlet. Ia tercatat memiliki prestasi sebagai pebalap dan atlet dalam turnamen golf BGO LP3I, yang menunjukkan kedekatannya dengan dunia olahraga dari berbagai sisi.
Fokus pada pembinaan dan keberlanjutan prestasi
Dalam pencalonannya, Joshus menempatkan pembinaan sebagai salah satu prioritas utama. Ia ingin jangkauan pengembangan bola tangan di DKI Jakarta semakin luas, dengan harapan prestasi yang sudah dibangun dapat berlanjut secara konsisten.
Ia menyebut ingin memberi kontribusi langsung untuk mengangkat olahraga Jakarta. “Saya bercita-cita untuk membesarkan olahraga Jakarta. Komitmen untuk membangun dan pemasalan Bola Tangan di DKI Jakarta,” ujar Joshus Franklin, Calon Ketua Umum ABTI DKI Jakarta.
Pernyataan itu menunjukkan arah kepemimpinannya yang menitikberatkan pada perluasan basis olahraga bola tangan. Dalam konteks organisasi, langkah seperti ini penting agar pembinaan tidak berhenti di level elit, tetapi juga menjangkau atlet-atlet baru di daerah.
Sorotan pada fasilitas latihan atlet
Keseriusan Joshus dalam melihat pembinaan juga terlihat dari kunjungannya ke pusat latihan atlet. Fasilitas tersebut sebelumnya menjadi bagian dari persiapan tim putra dan putri DKI Jakarta yang sukses meraih medali emas pada PON 2024.
Kunjungan itu memberi sinyal bahwa ia tidak hanya berbicara soal visi, tetapi juga memperhatikan ruang latihan yang menopang prestasi. Pendekatan seperti ini relevan bagi organisasi olahraga yang ingin menjaga kesinambungan hasil di arena kompetisi.
Joshus juga menegaskan keinginannya untuk mempertahankan capaian yang sudah diraih atlet DKI Jakarta. “Saya siap mempertahankan prestasi yang telah diraih atlet DKI Jakarta dalam ajang PON sebelumnya. Prestasi ini (dua emas PON 2024) harus terus kita tingkatkan,” ucapnya.
Harapan untuk level nasional dan internasional
Pencalonan Joshus Franklin membawa harapan agar ABTI DKI Jakarta tidak hanya kuat di tingkat daerah, tetapi juga lebih kompetitif di tingkat yang lebih tinggi. Dengan pengalaman manajerial yang ia miliki, ia berharap organisasi bisa terus melahirkan prestasi baru.
Target itu mencakup kemampuan bersaing di level nasional dan internasional. Dalam olahraga bola tangan, konsistensi pembinaan, dukungan organisasi, dan kesiapan atlet menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan prestasi.
Kehadiran Joshus sebagai calon Ketua Umum ABTI DKI Jakarta juga menjadi bagian dari dinamika regenerasi kepemimpinan di olahraga daerah. Dengan latar belakang bisnis, pengalaman organisasi, dan keterlibatan langsung di lingkungan atlet, ia masuk dalam persaingan yang mengarah pada penguatan tata kelola bola tangan Jakarta ke depan.







