Indonesia berhasil menyamakan kedudukan atas Kanada di penyisihan Grup C Uber Cup setelah pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi mengalahkan Jackie Dent/Crystal Lai. Kemenangan itu lahir lewat duel dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-10 di Forum Horsens, Sabtu malam WIB.
Hasil tersebut menjadi momentum penting bagi Merah Putih setelah sebelumnya kehilangan poin pertama di partai tunggal putri. Ana/Trias, sapaan akrab Febriana dan Amallia, tampil tenang saat tekanan datang dan mengubah arah laga dengan permainan yang lebih rapi pada momen-momen krusial.
Gim pertama berlangsung ketat sejak awal
Pertarungan di gim pembuka langsung berjalan seimbang. Kedua pasangan saling kejar angka sejak kedudukan 4-4 dan 8-8, sebelum wakil Kanada sempat mengambil kendali permainan.
Dent/Lai sempat unggul jauh 15-7 dan memberi tekanan besar kepada pasangan Indonesia. Namun, Ana/Trias tidak kehilangan fokus dan perlahan memangkas jarak hingga menyamakan skor 18-18.
Situasi semakin menegangkan ketika pasangan Kanada lebih dulu mencapai game point pada kedudukan 20-18. Ana/Trias tetap bertahan dalam reli-reli panjang dan memaksa deuce, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 23-21.
Ana/Trias tampil lebih dominan di gim kedua
Memasuki gim kedua, Ana/Trias langsung memperlihatkan perubahan tempo permainan. Mereka membuka keunggulan cepat 9-2 dan memaksa pasangan Kanada lebih sering bertahan dalam tekanan serangan yang konsisten.
Keunggulan Indonesia terus melebar saat pasangan Merah Putih menjaga ritme dan meminimalkan kesalahan sendiri. Skor sempat menjauh ke 15-5, menunjukkan dominasi penuh Ana/Trias atas Dent/Lai pada gim tersebut.
Kemenangan akhirnya datang saat pasangan Indonesia berada di posisi match point 20-10. Bola pengembalian lawan keluar lapangan dan memastikan Ana/Trias menutup pertandingan dengan skor 21-10.
Poin pertama Indonesia di laga melawan Kanada
Kemenangan Ana/Trias menjadi poin pertama Indonesia pada laga ini dan sekaligus menyamakan kedudukan 1-1 atas Kanada. Sebelumnya, Putri Kusuma Wardani harus menyerah dari Michelle Li pada partai pembuka, sehingga beban untuk menjaga asa tim nasional terasa cukup besar.
Dalam konteks beregu seperti Uber Cup, hasil dari ganda putri sering menjadi penentu arah pertandingan. Karena itu, kemenangan Ana/Trias bukan hanya menambah angka untuk Indonesia, tetapi juga menjaga peluang tim tetap terbuka dalam persaingan Grup C.
Laga yang berlangsung di Court 1 itu tuntas dalam waktu 41 menit. Durasi tersebut memperlihatkan bagaimana Indonesia sempat dipaksa bekerja keras di awal, sebelum akhirnya menemukan kendali permainan dan menutup pertandingan dengan meyakinkan.
Momentum yang lahir dari mental dan konsistensi
Cara Ana/Trias membalik keadaan di gim pertama menjadi catatan penting dari pertandingan ini. Mereka mampu keluar dari posisi tertinggal jauh, lalu menjaga ketenangan saat lawan lebih dulu meraih game point.
Di gim kedua, kualitas permainan mereka terlihat lewat start cepat dan tekanan yang berkelanjutan. Kombinasi itu membuat pasangan Kanada kesulitan mengembangkan pola permainan dan akhirnya tertinggal cukup jauh dari awal hingga akhir gim.
Bagi Indonesia, hasil ini memberi dorongan moral di tengah laga yang sempat tidak menguntungkan. Satu poin dari Ana/Trias membuat pertandingan tetap terbuka dan sekaligus menunjukkan bahwa sektor ganda putri mampu menjawab kebutuhan tim saat menghadapi tekanan di panggung Uber Cup.
