LavAni Menggenggam Gim Pertama, Bhayangkara Presisi Dipaksa Kejar Nafas Terakhir

Jakarta LavAni membuka Grand Final Proliga 2026 dengan hasil meyakinkan setelah menundukkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1. Bertanding di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat 24 April 2026 malam WIB, LavAni tampil solid dan langsung mengambil keunggulan penting pada gim pertama.

Kemenangan ini membuat LavAni hanya berjarak satu langkah dari gelar juara musim ini. Di sisi lain, Bhayangkara Presisi kini berada dalam situasi tertekan karena wajib menang pada gim kedua agar peluang mempertahankan gelar tetap hidup.

LavAni tampil efektif saat laga mulai ketat

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal dan kedua tim saling menekan lewat serangan cepat. Kedudukan sempat imbang 17-17 sebelum LavAni mengambil momentum dan menjauh 20-17.

Boy Arnez dkk. lalu menjaga keunggulan itu hingga menutup set pertama dengan skor 25-22. Start ini menjadi modal penting bagi LavAni untuk mengendalikan jalannya laga.

Bhayangkara sempat bangkit di set kedua

Jakarta Bhayangkara Presisi merespons dengan permainan yang lebih agresif pada set kedua. Tim asuhan Reidel Toiran itu memaksa duel berjalan ketat hingga skor 22-22.

Pada momen krusial, Bhayangkara tampil lebih tenang dan meraih tiga poin beruntun untuk merebut set kedua 25-22. Hasil itu membuat kedudukan kembali seimbang 1-1 dan menjaga tensi final tetap tinggi.

LavAni kembali dominan di dua set berikutnya

Meski sempat kehilangan set, LavAni langsung mengambil alih lagi pada gim ketiga. Mereka tampil dominan dan tidak memberi banyak ruang bagi Bhayangkara untuk mengembangkan pola permainan.

Keunggulan LavAni terus melebar sampai akhirnya mereka menutup set ketiga dengan skor telak 25-16. Pola serupa berlanjut pada set keempat ketika LavAni tetap menjaga ritme serangan dan ketat dalam bertahan.

Bhayangkara sempat memimpin di awal set keempat, tetapi konsistensi LavAni membuat situasi berbalik. Set itu akhirnya ditutup dengan kemenangan 25-18, sekaligus memastikan LavAni menang 3-1 secara keseluruhan.

Tekanan beralih ke juara bertahan

Hasil gim pertama menempatkan LavAni dalam posisi sangat menguntungkan menjelang laga berikutnya. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi pada gim kedua, yang juga akan dimainkan di lokasi yang sama pada Sabtu (25/4), untuk mengamankan trofi.

Sebaliknya, Bhayangkara Presisi tidak punya pilihan selain menang agar final berlanjut ke gim penentuan pada Minggu (26/4). Situasi ini membuat gim kedua menjadi momen hidup-mati bagi juara bertahan, sementara LavAni datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah unggul lebih dulu di partai puncak.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button