Kapten Persib Bandung, Marc Klok, membantah tuduhan rasisme yang menyeret namanya usai laga kontra Bhayangkara FC. Ia menegaskan bahwa insiden yang sempat viral di media sosial itu terjadi karena salah paham di lorong menuju ruang ganti saat jeda babak pertama.
Perselisihan tersebut mencuat setelah unggahan akun resmi Bhayangkara FC menyebut Klok melakukan pelecehan verbal terhadap pemain mereka, Henri Doumbia. Situasi memanas ketika skor pertandingan masih 2-1 untuk keunggulan Persib, sebelum laga berakhir 4-2 untuk tim asal Bandung itu.
Klarifikasi dari Marc Klok
Melalui pernyataan di media sosial pribadinya, Klok menjelaskan bahwa ia hanya meminta bola agar permainan bisa segera dilanjutkan. Ia menyebut ucapannya kepada Doumbia jelas dan tidak mengandung unsur rasisme.
“Give me the ball back,” tulis Klok saat menjelaskan momen ketika Persib baru mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 2-1. Ia menegaskan bahwa ucapan itu muncul karena Doumbia menahan bola alih-alih melakukan kick-off.
Klok juga menyampaikan bahwa ia sudah berbicara langsung dengan Doumbia untuk meluruskan persoalan tersebut. Menurut dia, pemain asal Pantai Gading itu kemudian menyadari adanya kekeliruan dalam menangkap kata yang diucapkan di lapangan.
Persoalan belum berhenti di pemain
Meski komunikasi dengan Doumbia disebut sudah selesai, Klok mengaku kecewa karena tuduhan itu tetap bergulir di level manajemen. Ia secara khusus menyorot manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang disebutnya terus melabeli dirinya sebagai rasis di beberapa area stadion.
Klok mengatakan Sumardji tidak berada di dekat lapangan saat insiden berlangsung. Karena itu, ia menilai tudingan yang terus disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ia alami langsung di pertandingan.
Pemain naturalisasi itu juga menyebut dirinya sudah meminta agar tuduhan tersebut dihentikan. Ia mengaku terluka karena merasa nama baiknya dirugikan oleh pernyataan yang tidak benar.
Sikap Klok soal tuduhan diskriminasi
Dalam klarifikasinya, Klok menegaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi sportivitas dan menolak segala bentuk tindakan diskriminatif. Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya melakukan pelecehan verbal dengan unsur rasis.
Pernyataan itu sekaligus menjadi upaya Klok untuk menghentikan polemik yang berkembang setelah laga tersebut. Ia menilai kesalahpahaman di lapangan sudah semestinya selesai setelah dirinya dan Doumbia berkomunikasi langsung.
Klok kemudian meminta Bhayangkara FC memberikan permintaan maaf resmi. Ia menyebut klarifikasi itu penting karena tuduhan yang beredar telah merugikan nama dirinya sebagai pemain dan kapten Persib Bandung.
Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pertandingan yang berjalan panas sejak babak pertama. Di tengah hasil akhir yang berpihak kepada Persib, isu di luar permainan justru menjadi pembahasan utama karena menyangkut tuduhan yang sensitif dan berimbas pada reputasi pemain.







