William Saliba Absen Panjang, Arsenal Kehilangan Pilar Usai Cedera Punggung di Piala Dunia

Arsenal harus menghadapi pukulan besar menjelang musim kompetisi baru setelah William Saliba dipastikan menepi dalam waktu cukup panjang. Bek tengah asal Perancis itu membutuhkan rehabilitasi atas cedera punggung yang mengganggunya sejak sebelum Piala Dunia 2026.

Kabar yang sedikit melegakan bagi Arsenal, Saliba tidak perlu menjalani operasi. Tim medis klub memilih program pemulihan terkelola untuk mengembalikan kondisi pemain berusia 25 tahun tersebut.

Operasi Tidak Dianjurkan

Arsenal mengonfirmasi kondisi Saliba setelah sang pemain kembali ke London untuk menjalani pemeriksaan lanjutan bersama dokter spesialis. Pernyataan klub pada Rabu, 22 Juli 2026 waktu setempat, menegaskan cedera itu memerlukan masa rehabilitasi.

Dalam pernyataannya, Arsenal menyebut pemeriksaan menyeluruh telah menghasilkan keputusan penting terkait langkah medis Saliba. “Penilaian menyeluruh menyimpulkan bahwa operasi tidak dianjurkan, tetapi William sekarang harus memulai program pemulihan yang terkelola.”

Klub juga menyatakan seluruh pihak fokus mendukung Saliba agar dapat kembali bugar secepat mungkin. Namun, Arsenal tidak mengungkapkan durasi pasti masa absennya maupun target tanggal kepulangannya ke lapangan.

TahapanKeterangan
Sebelum Piala Dunia 2026Masalah punggung telah mengganggu Saliba selama beberapa minggu.
Semifinal melawan SpanyolSaliba ditarik keluar saat pertandingan baru berjalan 30 menit.
Laga perebutan tempat ketigaIa tidak bermain ketika Perancis menghadapi Inggris.
Pemeriksaan di LondonOperasi tidak dianjurkan dan pemain memulai rehabilitasi.

Cedera yang Dipaksakan selama Berbulan-Bulan

Masalah punggung itu bukan cedera yang muncul mendadak saat turnamen berlangsung. Saliba tetap membawa keluhan tersebut ketika memperkuat Perancis di Piala Dunia, sehingga porsi latihannya terbatas.

Kondisinya kemudian memburuk dalam semifinal melawan Spanyol. Ia harus meninggalkan lapangan pada menit ke-30 dan selanjutnya tidak tersedia saat Perancis kalah dari Inggris dalam perebutan tempat ketiga.

Menurut laporan bola.kompas.com yang mengutip BBC Sport, Saliba sebelumnya mengakui telah berusaha menahan rasa sakit dalam beberapa bulan terakhir. Ia merasa perlu tetap bertahan karena jadwal penting bersama klub dan tim nasional datang secara berdekatan.

“Saya mengalami beberapa masalah kecil selama beberapa bulan terakhir,” kata Saliba. “Saya menahan diri karena ada Liga Champions dan Liga Premier. Piala Dunia hanya datang sekali setiap empat tahun, jadi Anda harus tabah.”

Absennya Pemain Kunci di Pertahanan

Ketiadaan Saliba menjadi persoalan serius bagi tim asuhan Mikel Arteta karena perannya sangat besar di lini belakang. Bek ini menjadi salah satu figur sentral dalam keberhasilan Arsenal pada musim lalu.

Saliba mencatatkan 50 penampilan di seluruh kompetisi pada musim tersebut. Kontribusinya membantu Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun untuk menjuarai kompetisi domestik serta mencapai final Liga Champions.

Rehabilitasi tanpa operasi memberi jalur pemulihan yang berbeda dibanding penanganan cedera yang membutuhkan tindakan bedah. Meski demikian, Arsenal tetap harus mengatur langkah tanpa salah satu bek andalannya selama program pemulihan berjalan.

Fokus klub kini tertuju pada pemulihan fisik Saliba secara bertahap dan terukur. Keputusan itu akan menentukan kapan Arsenal kembali dapat mengandalkan kekuatan penuh di jantung pertahanan.

Source: bola.kompas.com
Terkait