
Arsenal bersiap menghadapi ujian taktis yang tidak sederhana saat melawan Fulham di lanjutan Premier League. Di laga yang berlangsung di London pada Sabtu, 2 Mei 2026, Mikel Arteta menilai fokus timnya bukan sekadar menguasai bola, tetapi menemukan cara baru untuk menembus pertahanan lawan yang rapat.
Arteta melihat Fulham sebagai tim yang sangat disiplin dalam menjaga struktur permainan. Karena itu, Arsenal perlu menyiapkan penetrasi yang lebih variatif agar tidak terjebak pada pola serangan yang mudah dibaca.
Dorongan untuk lebih agresif di area final
Selama ini, The Gunners kerap mengandalkan umpan cepat dan kombinasi satu-dua untuk membuka ruang. Namun, Arteta menilai pendekatan itu berpotensi menemui jalan buntu ketika berhadapan dengan blok pertahanan yang terorganisir seperti milik Fulham.
Untuk itu, Arsenal didorong lebih berani membawa bola langsung ke jantung pertahanan lawan. Inisiatif individu dari para pemain dianggap penting untuk memecah rapatnya pengawalan di lini belakang tim tamu.
“Penetrasi adalah salah satu kata yang sering kami gunakan dan menggunakan inisiatif pemain dan menciptakan sesuatu,” ujar Arteta.
Perubahan pendekatan taktis jadi keharusan
Arteta menegaskan bahwa aliran bola saja tidak cukup untuk mengatasi tim dengan organisasi bertahan yang kuat. Ia menilai Arsenal harus mencari jalur serangan lain agar tetap efektif saat tekanan dari lawan membuat ruang makin sempit.
“Menggunakan umpan tentu sangat sulit menghadapi tim yang terorganisir, jadi kami harus mencari cara lain dan itu yang akan kami lakukan,” kata Arteta.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Arsenal tidak hanya menyiapkan skema serangan yang lebih cepat, tetapi juga menuntut keberanian pemain dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan. Dengan kata lain, laga ini bisa menjadi panggung bagi kreativitas individual untuk menentukan hasil pertandingan.
Pujian Arteta untuk Marco Silva
Selain menyoroti aspek teknis, Arteta juga memberi penghormatan kepada Marco Silva yang menangani Fulham. Ia menilai pelatih asal Portugal itu telah membangun identitas tim dengan sangat baik dan terus mengembangkan para pemainnya dalam lima tahun terakhir.
“Marco melakukan tugas yang luar biasa. Saya sudah katakan berulang kali, menurut opini saya, ia adalah salah satu pelatih terbaik di liga ini,” tutur Arteta.
Arteta juga menilai cara Silva mengatur kedisiplinan tim menjadi salah satu alasan Fulham sulit ditaklukkan. Menurut dia, struktur permainan yang rapi membuat lawan harus bekerja ekstra keras untuk mencari celah.
“Caranya mengatur tim, apa yang sudah ia lakukan untuk klub, itu luar biasa. Kami tahu bagaimana sulitnya laga nanti,” ujar Arteta.
Bagi Arsenal, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal kemampuan mengeksekusi strategi baru saat menghadapi lawan yang tertata. Fulham datang dengan reputasi sebagai tim yang sulit ditembus, sehingga efektivitas penetrasi akan menjadi faktor yang sangat menentukan di lapangan.









