Bologna menatap laga kandang melawan Cagliari dengan pendekatan yang tidak biasa. Vincenzo Italiano memilih merombak lini depan dan memasang Jens Odgaard sebagai false nine di Stadio Dall’Ara pada laga pekan ke-35 Serie A, dengan kick-off pukul 12.30 waktu setempat.
Keputusan itu lahir di tengah situasi yang sulit bagi Rossoblu. Peluang ke kompetisi Eropa mulai menipis, sementara tim juga sempat menerima cemoohan suporter pada laga sebelumnya dan kini tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara.
Bologna mengandalkan nama baru di depan
Italiano menurunkan Federico Bernardeschi sejak awal untuk menambah daya dobrak. Bologna juga kehilangan sejumlah pilar penting seperti Skorupski, Dallinga, Joao Mario, Cambiaghi, dan Casale, sehingga susunan pemain harus disesuaikan dari belakang hingga lini serang.
Susunan ini menunjukkan upaya tuan rumah mencari solusi cepat di tengah krisis pemain. Dukungan penuh dari tribun yang dilaporkan terjual habis di seluruh stadion menjadi modal tambahan untuk memutus tren negatif di laga kandang terakhir mereka tahun ini.
Bologna juga masih membawa tekanan klasemen yang ketat. Mereka tertinggal tujuh poin dari Atalanta di posisi ketujuh, sehingga hasil melawan Cagliari tetap penting untuk menjaga peluang yang tersisa.
Cagliari datang dengan misi bertahan
Di kubu tamu, Cagliari membawa target yang jauh berbeda. Tim asuhan Davide Nicola berusaha menjauh dari zona degradasi karena hanya berjarak delapan poin dari Cremonese yang menempati posisi ke-18.
Nicola menempatkan Sebastiano Esposito sebagai ujung tombak tunggal dalam formasi 4-4-1-1. Cagliari berharap pendekatan itu cukup efektif untuk mencuri poin di Emilia Romagna, meski mereka juga datang dengan daftar cedera yang panjang.
Sejumlah pemain kunci absen, termasuk Idrissi, Mazzitelli, Felici, Pavoletti, Borrelli, dan Liteta. Kondisi tersebut membuat lini tengah harus disesuaikan dengan menurunkan kombinasi Adopo dan Deiola untuk membantu meredam agresivitas Bologna.
Susunan pemain yang dipilih kedua tim
Bologna memulai laga dengan formasi 4-3-3. Pessina berdiri di bawah mistar, lalu De Silvestri, Helland, Lucumí, dan Miranda mengisi lini belakang, dengan Freuler, Moro, dan Sohm di tengah, serta Bernardeschi, Dominguez, dan Odgaard di depan.
Cagliari menjawab dengan formasi 4-4-1-1. Caprile mengawal gawang, Zé Pedro, Mina, Dossena, dan Obert mengisi pertahanan, sementara Palestra, Adopo, Deiola, dan Folorunsho menopang Gaetano di belakang Esposito.
Pertemuan ini memperlihatkan dua tim dengan kebutuhan yang sama-sama mendesak, meski alasan mereka berbeda. Bologna mengejar kebangkitan di kandang, sedangkan Cagliari berburu poin untuk memperlebar jarak dari ancaman degradasi.
