PSM Makassar memanfaatkan laga kandang untuk meraih kemenangan yang sangat berharga. Bhayangkara FC ditaklukkan 2-1 di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada laga lanjutan pekan ke-31 Super League 2025-2026.
Hasil itu membuat PSM mengumpulkan 34 poin dari 31 pertandingan. Juku Eja kini menjauh tujuh poin dari Persis Solo yang berada di posisi ke-17 dengan 27 poin.
Pertarungan ketat sejak babak pertama
Laga berjalan ketat sejak menit awal dan baru pecah saat babak pertama memasuki masa tambahan waktu. Bek asal Montenegro, Dusan Lagator, membawa tuan rumah unggul lewat gol pada menit kedua injury time.
Keunggulan PSM tidak bertahan lama. Bhayangkara FC langsung membalas dua menit kemudian melalui striker Henri Doumbia, yang mencetak gol keenamnya sejak bergabung pada bursa transfer pertengahan musim.
Skor 1-1 membuat babak kedua berlangsung lebih menekan. PSM tetap menjaga intensitas serangan, sementara Bhayangkara berupaya mencari ruang untuk mencuri poin.
Gol penentu dari Luka Cumic
Penyelamatan penting datang dari Hilmansyah pada menit ke-68. Kiper PSM itu menggagalkan ancaman dari skema tendangan bebas dan menjaga timnya tetap hidup dalam laga yang ketat.
Tiga menit kemudian, Luka Cumic muncul sebagai pembeda. Penyerang PSM itu lolos dari kawalan Sho Yamamoto sebelum melepaskan tembakan datar yang gagal dihalau kiper Bhayangkara FC.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan PSM sekaligus menegaskan efektivitas tim tuan rumah dalam memanfaatkan peluang. Bhayangkara FC gagal merespons hingga laga berakhir, meski sudah berusaha menekan pada sisa waktu pertandingan.
Dampak besar di papan bawah
Tiga poin ini terasa penting karena memperlebar jarak PSM dari ancaman degradasi. Berdasarkan laporan sulsel.idntimes.com, ambang aman untuk bertahan di kasta tertinggi adalah 37 poin, sehingga PSM kini hanya butuh satu kemenangan lagi dari tiga laga tersisa.
Posisi PSM juga relatif diuntungkan oleh selisih gol -5, yang tercatat sebagai yang terbaik di antara pesaing di papan bawah seperti Persijap Jepara, Madura United, dan Persis Solo. Situasi itu membuat peluang bertahan PSM semakin terbuka meski persaingan belum sepenuhnya selesai.
Bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini juga punya catatan tersendiri. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama bagi pelatih Paul Munster dalam sembilan pertemuan terakhirnya melawan PSM Makassar.
Susunan pemain
PSM Makassar menurunkan Hilmansyah di bawah mistar, dengan lini belakang Mufli Hidayat, Aloisio, Lagator, dan Victor Luiz. Di lini tengah, Resky Fandi, Roberto, dan Ananda Raehan menopang lini depan yang diisi Boboev, Pratama, dan Alex Tanque.
Bhayangkara FC menempatkan Aqil Savik sebagai kiper, lalu Sadiki, Moises, Damjanovic, dan Fauzi di belakang. Lini tengah diisi Yamamoto, TM Ichsan, Andika, dan Ginanjar, sedangkan Doumbia dan Privat Mbarga menjadi andalan di depan.







