Oscar Bruzon Cabut Dari East Bengal, Laga Kontra Mumbai City Jadi Panggung Perpisahan

Author: Qoo Media

Oscar Bruzon mengambil keputusan penting di tengah fase paling menentukan East Bengal musim ini. Pelatih asal Spanyol itu menyatakan akan mundur dari posisinya di akhir musim, tepat menjelang laga terakhir timnya melawan Mumbai City FC di Stadion Mumbai Football Arena.

Pengumuman itu datang saat East Bengal masih bersaing di papan atas Liga Super India (ISL) 2025-26. Klub berjuluk Red and Gold Brigade itu berada di posisi keempat dengan 18 poin, hanya terpaut satu angka dari tuan rumah Mumbai City yang menempati peringkat di atasnya.

Laga penentu di Mumbai

Pertandingan pada pekan terakhir ini membawa bobot besar bagi kedua tim. East Bengal datang dengan catatan produktivitas terbaik di liga setelah mencetak 25 gol sepanjang musim.

Di sisi lain, Mumbai City menargetkan kebangkitan setelah tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir. Mereka juga ingin menutup laga kandang pamungkas musim ini dengan hasil penuh di hadapan pendukung sendiri.

Bruzon memilih memusatkan perhatian pada situasi tim sebelum membahas masa depannya. Ia menegaskan bahwa persoalan pribadinya tidak boleh mengganggu fokus East Bengal pada empat laga terakhir musim ini.

“Saya ingin menjelaskan situasi East Bengal dan pertandingan yang akan kami mainkan pada Selasa, yang sangat penting,” ujar Bruzon. Ia juga menyebut akan mengonfirmasi keputusan pribadi dan merespons spekulasi yang beredar di media sosial dalam 24 jam terakhir.

Alasan mundur setelah hampir dua tahun

Bruzon mengaku telah berada di East Bengal selama hampir dua tahun dan menyebut periode itu sebagai pengalaman paling bersejarah dalam kariernya di India. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang menurutnya selalu memberi dukungan di masa sulit maupun saat tim tampil baik.

Pelatih berusia asal Spanyol itu menjelaskan bahwa perencanaan teknis bersama manajemen sudah dimulai sejak awal 2025. Namun, ia menilai belum ada arah jangka panjang yang jelas dari pihak klub.

“Saya menandatangani perpanjangan kontrak di sini pada 14 Februari 2025. Sejak saat itu kami mulai merencanakan hal teknis klub dan urusan ekonomi,” kata Bruzon. Ia menambahkan bahwa tim teknis dan manajemen sudah bekerja keras untuk memperbaiki performa klub.

Bruzon juga menilai tidak ada kejelasan terkait visi, misi, dan perpanjangan kontrak pemain penting. Karena itu, ia memutuskan tidak melanjutkan masa jabatannya setelah musim ini berakhir.

“Sampai sekarang tidak ada rencana jangka panjang, visi, atau misi dari manajemen klub. Tidak ada juga indikasi soal perpanjangan kontrak pemain penting,” ujarnya. Ia menegaskan keputusan itu bersifat pribadi, bukan karena masalah keuangan atau ketidakpastian umum di sepak bola India.

Tetap profesional sampai akhir musim

Meski sudah memutuskan hengkang, Bruzon memastikan dirinya akan tetap bekerja secara profesional sampai kontraknya berakhir pada akhir Mei. Ia menegaskan akan memberikan kemampuan terbaiknya selama masih menangani East Bengal.

Pernyataan itu datang di momen yang tidak ideal bagi klub, tetapi juga menyoroti stabilitas performa tim selama musim berjalan. Bruzon sempat menilai East Bengal menunjukkan perkembangan sebagai tim, terutama karena banyak pemain berpengalaman memberi kontribusi penting.

Ia juga menyoroti kebangkitan salah satu pemainnya, Jerry, yang akhirnya mendapat kesempatan bermain setelah beberapa laga dan tampil meyakinkan. Menurut Bruzon, situasi itu menunjukkan kerja keras di sesi latihan dan kesiapan pemain saat peluang datang.

Mumbai City waspada pada kekuatan East Bengal

Di kubu lawan, pelatih Mumbai City Petr Kratky mengakui kualitas East Bengal musim ini. Ia mengatakan timnya sudah menyiapkan pendekatan khusus untuk menghadapi ancaman yang dibawa tim tamu.

Kratky menilai hasil positif bisa diraih jika Mumbai City mampu menjalankan apa yang sudah dilatih dan tampil habis-habisan di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif, bukan hanya dari lini belakang, untuk meredam serangan East Bengal.

Kapten Mumbai City, Lallianzuala Chhangte, turut menyoroti dukungan suporter sepanjang musim. Ia berharap laga kandang terakhir ini bisa menjadi penutup yang membanggakan bagi para pendukung.

Chhangte mengatakan suasana tim saat ini sangat positif dan energi latihan berjalan baik. Fokus mereka adalah menyapu bersih sisa pertandingan dan mengeksekusi rencana taktis yang sudah disiapkan pelatih.

Bruzon, sementara itu, menutup penjelasannya dengan sikap tegas bahwa keputusan mundurnya tidak mengubah komitmennya pada sisa musim. Dengan empat laga terakhir yang masih menanti, East Bengal tetap menjaga peluang menutup musim dengan catatan terbaik dalam sejarah mereka di ISL.

Terbaru