Sean Gelael datang ke 6 Hours of Spa-Francorchamps dengan satu target yang jelas: membawa Team WRT 32 meraih hasil maksimal dan membuka peluang besar di papan atas kelas LMGT3 FIA World Endurance Championship. Balapan ketahanan di Belgia ini juga menjadi kesempatan penting untuk mematahkan catatan kurang beruntung Sean di sirkuit legendaris tersebut.
Bersama Augusto Farfus dan Darren Leung, Sean membawa kepercayaan diri tinggi ke lintasan Spa. Team WRT sebagai tuan rumah juga memasang ambisi besar untuk mengoptimalkan performa BMW M4 GT3 mereka di kelas Hypercar maupun LMGT3.
Dorongan moral untuk garasi WRT 32 meningkat setelah mobil WRT 69 lebih dulu menang pada seri pembuka di Imola, Italia. Hasil itu memberi bukti bahwa paket mobil dan strategi tim bisa sangat kompetitif dalam perebutan gelar.
Bagi Sean, Spa-Francorchamps menyimpan tantangan khusus. Sejak naik ke kelas LMGT3 pada 2024, ia belum pernah finis di dua balapan terakhir di trek itu karena terlibat insiden tabrakan dengan pebalap lain.
“Saya sangat menyukai sirkuit ini. Finis P5 di Imola jadi modal bagus, karena kami yakin tim punya segalanya untuk membuat kami tampil baik, terbukti mobil 69 menang di Imola,” ujar Sean Gelael yang juga menjadi Brand Ambassador Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, dan SPBU Pertamina.
Persaingan di kelas LMGT3 diprediksi tetap ketat. McLaren lewat Garage 59 ingin bangkit setelah gagal menang akibat masalah sistem elektrik saat sedang memimpin balapan seri sebelumnya.
Ancaman lain datang dari TF Sport dengan mobil Corvette. Tim ini punya catatan kuat karena selalu naik podium di 6 Hours of Spa selama lima tahun berturut-turut, dan pada Imola hanya kalah 0,2 detik dari pemenang.
Situasi itu membuat peluang Team WRT 32 sangat bergantung pada konsistensi trio Sean, Farfus, dan Leung sepanjang enam jam balapan. Mereka perlu menjaga ritme, menghindari kesalahan teknis, dan meminimalisir penalti agar bisa ikut meramaikan persaingan juara.
