Persija Jakarta membawa pelajaran penting dari kekalahan pada pertemuan pertama melawan Persib Bandung. Mauricio Souza menyoroti satu hal yang dianggap paling menentukan, yakni Macan Kemayoran harus menghindari kartu merah jika ingin bersaing maksimal di laga berikutnya.
Souza membaca duel pertama sebagai pertandingan yang sebenarnya seimbang. Persija bahkan sempat mendominasi permainan dan punya peluang untuk mencetak gol, tetapi situasi berubah saat Bruno Tubarao menerima kartu merah pada menit 54.
Fokus utama: jangan kehilangan pemain
Bagi Souza, bermain dengan 11 pemain hingga akhir laga menjadi syarat mutlak. Ia menilai kehilangan satu pemain akan langsung menyulitkan Persija, terutama ketika harus menghadapi tim dengan pertahanan sekuat Persib.
Souza mengatakan, “Hal yang paling utama adalah kita harus mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain.” Ucapan itu menunjukkan betapa besar pengaruh disiplin permainan dalam rencana Persija menghadapi laga berikutnya.
Persib dinilai kuat di lini belakang
Pelatih asal Brasil itu juga mengakui kekuatan pertahanan Persib. Ia menyebut lawannya sangat tangguh dan cenderung lebih banyak bertahan daripada menyerang, sehingga dibutuhkan kerja keras untuk membongkar blok pertahanan tersebut.
Menurut Souza, peluang mencetak gol akan sangat penting, terutama bila Persija bisa unggul lebih dulu. Namun, ia tetap menekankan bahwa timnya harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan agar bisa terus menekan dan mencari tiga poin.
Pelajaran dari duel pertama
Pada pertemuan awal, Persija sempat berada dalam posisi kompetitif sebelum situasi kartu merah mengubah jalannya laga. Souza menilai gol Persib juga lahir dari kesalahan timnya, sehingga aspek ketelitian dan kedisiplinan menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Kini, Persija dan Persib kembali bersiap bertemu dalam lanjutan Super League 2025/2026 pada 10 Mei mendatang di Stadion Segiri, Samarinda. Di laga itu, Persija akan membawa dua modal utama: menjaga jumlah pemain tetap utuh dan memaksimalkan dominasi permainan untuk menembus pertahanan lawan yang rapat.
