Peringatan Hari Buruh Internasional di Makassar berlangsung dengan nuansa berbeda saat Serikat Pekerja (SP) Pegadaian Kantor Wilayah Makassar, yang membawahi SulselBarRa Maluku, menggelar Pekan Olahraga dan Seni atau Porseni. Kegiatan yang berlangsung pada 1-2 Mei 2026 itu menjadi ruang pertemuan bagi insan Pegadaian dari berbagai unit kerja untuk memperkuat kebersamaan melalui aktivitas yang kompetitif sekaligus rekreatif.
Ajang ini tidak hanya menampilkan pertandingan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana peringatan Hari Buruh bisa dikemas dengan pendekatan yang lebih inklusif. SP Pegadaian menghadirkan kegiatan yang melibatkan perwakilan seluruh unit kerja di bawah naungan kanwil tersebut, termasuk karyawan tetap dan tenaga outsourcing.
Wadah mempererat hubungan antarpegawai
Ketua Serikat Pekerja Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku, Yasir Wahab, menegaskan bahwa Porseni dirancang sebagai program kerja nyata organisasi pekerja. Ia menyebut kegiatan ini sebagai cara untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan inklusif di lingkungan kerja Pegadaian.
“Pekan Olahraga dan Seni ini adalah inisiasi sekaligus program kerja nyata dari SP Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku,” ujar Yasir dalam keterangannya, Kamis 7 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa momentum Hari Buruh dimanfaatkan untuk membuka ruang yang menyatukan seluruh keluarga besar Pegadaian.
Menurut Yasir, ruang tersebut penting agar setiap unsur di perusahaan bisa saling mendukung. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tali persaudaraan dan kolaborasi demi kemajuan perusahaan.
Cabang lomba yang beragam
Porseni ini menghadirkan sejumlah cabang lomba yang memadukan olahraga dan hiburan. Pertandingan fisik seperti mini soccer, bulutangkis, dan padel digelar bersama cabang yang lebih mengikuti tren saat ini, yakni e-sport Mobile Legends dan lomba karaoke.
Ragam lomba itu memberi warna berbeda pada peringatan Hari Buruh di lingkungan Pegadaian Makassar. Format seperti ini juga membuat partisipasi peserta terasa lebih luas karena memberi ruang bagi beragam minat dan kemampuan.
Kehadiran olahraga dan seni dalam satu rangkaian acara memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat dibangun melalui banyak cara. Di sisi lain, kompetisi yang sehat tetap menjadi elemen utama dalam kegiatan tersebut.
Dukungan manajemen dan pesan well-being
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku, Pratikno, memberi apresiasi atas inisiatif yang diambil Serikat Pekerja. Ia menilai kegiatan ini punya nilai strategis untuk membentuk lingkungan kerja yang sehat dan bahagia atau well-being.
“Kami sangat mendukung langkah Serikat Pekerja yang merayakan Hari Buruh dengan kegiatan positif,” kata Pratikno. Ia menilai hubungan industrial yang baik di Pegadaian terlihat dari komunikasi yang cair antara manajemen, karyawan, dan tenaga kerja pendukung.
Pratikno juga berharap energi positif dari lapangan bisa dibawa ke rutinitas kerja. Menurut dia, sportivitas dalam pertandingan mencerminkan nilai yang juga dibutuhkan dalam dunia kerja, terutama untuk saling mendukung dan menjaga semangat kebersamaan.
Dampak yang diharapkan bagi budaya kerja
Porseni ini juga dipandang sebagai sarana untuk menyalurkan bakat sekaligus mempertebal rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan. Jika rasa kebersamaan tumbuh kuat, kualitas pelayanan kepada masyarakat ikut diharapkan meningkat.
Pegadaian Kanwil SulselBarRa Maluku menempatkan sinergi antara Serikat Pekerja dan manajemen sebagai bagian penting dalam membangun tempat kerja yang nyaman. Upaya itu menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya soal seremoni, tetapi juga bisa menjadi momentum memperkuat solidaritas internal dan mendorong kinerja yang lebih baik di lingkungan perusahaan.
Source: www.viva.co.id






