Inter Milan menutup musim dengan cara yang meyakinkan setelah menaklukkan Lazio 2-0 pada final Coppa Italia 2025/2026 di Stadion Olimpico, Roma. Hasil itu memastikan Nerazzurri mengangkat trofi dan menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Italia.
Kemenangan ini juga melengkapi gelar ganda Inter musim ini setelah sebelumnya menjuarai Serie A. Bagi Cristian Chivu, trofi tersebut menjadi kesuksesan perdana di musim debutnya sebagai pelatih kepala.
Start agresif langsung berbuah gol
Inter tampil dominan sejak menit awal dan terus menekan pertahanan Lazio. Peluang cepat sempat datang lewat sundulan Lautaro Martinez pada menit ke-12, tetapi bola masih melenceng dari target.
Tekanan itu akhirnya menghasilkan gol pembuka pada menit ke-14. Umpan silang Federico Dimarco disambut sundulan Marcus Thuram, lalu bola mengenai tubuh Adam Marusic dan berubah arah masuk ke gawang sendiri.
Gol tersebut membuat Inter semakin percaya diri dalam menguasai pertandingan. Serangan mereka tetap mengalir dan Lazio kesulitan keluar dari tekanan pada fase awal laga.
Lautaro Martinez kunci keunggulan
Inter kemudian menambah keunggulan menjelang turun minum. Lautaro Martinez menuntaskan umpan matang dari Denzel Dumfries pada menit ke-35 untuk membuat skor menjadi 2-0.
Gol itu menjadi penegas dominasi tim asuhan Cristian Chivu di babak pertama. Dengan dua gol cepat, Inter berhasil mengontrol ritme pertandingan dan memaksa Lazio bermain lebih hati-hati.
Meski unggul dua gol, Inter tidak kehilangan disiplin dalam menjaga struktur permainan. Mereka tetap menjaga aliran bola dan meminimalkan ruang untuk serangan balik lawan.
Lazio mencoba bangkit, Inter tetap kokoh
Memasuki babak kedua, tempo laga menurun tetapi kendali tetap berada di tangan Inter. Lazio mencoba mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan, meski peluang bersih mereka tidak banyak.
Ancaman paling serius datang pada menit ke-75 lewat tembakan keras Boulaye Dia dari dalam kotak penalti. Kiper Josep Martinez bereaksi cepat dan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Inter tetap aman.
Tidak ada gol tambahan hingga laga usai. Skor 2-0 sekaligus mengantar Inter meraih trofi ke-10 mereka di ajang Piala Italia.
Catatan penting dari gelar ke-10
Gelar ini menempatkan Inter Milan sebagai tim tersukses kedua dalam sejarah Coppa Italia. Mereka kini berada tepat di bawah Juventus yang masih memimpin dengan koleksi 15 gelar.
Pencapaian tersebut menambah bobot keberhasilan Inter pada musim ini. Selain membawa pulang piala, kemenangan atas Lazio juga menunjukkan bahwa skuad Biru-Hitam mampu menjaga konsistensi di laga besar.
Susunan pemain final
Lazio menurunkan Edoardo Motta, Nuno Tavares, Alessio Romagnoli, Mario Gila, Adam Marusic, Kenneth Taylor, Patric, Toma Basic, Mattia Zaccagni, Tijjani Noslin, dan Gustav Isaksen. Di kubu Inter Milan, Cristian Chivu menurunkan Josep Martinez, Alessandro Bastoni, Manuel Akanji, Yann Bisseck, Federico Dimarco, Petar Sucic, Piotr Zielinski, Nicolo Barella, Denzel Dumfries, Lautaro Martinez, dan Marcus Thuram.
Pergantian pemain juga mewarnai laga tersebut, termasuk Carlos Augusto, Mkhitaryan, Luis Henrique, Yoan Bonny, dan Diouf untuk Inter. Dari sisi Lazio, nama-nama seperti Lazzari, Rovella, Pedro, Boulaye Dia, dan Cancellieri masuk dari bangku cadangan untuk mencoba mengubah jalannya pertandingan.
