Ilmuwan memperingatkan bahwa standar keselamatan panas FIFA untuk Piala Dunia 2026 belum cukup melindungi pemain dari risiko serius. Peringatan ini muncul karena sejumlah stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan menghadapi suhu ekstrem yang dapat memicu tekanan panas hingga kondisi berbahaya.
Sebanyak 14 dari 16 stadion penyelenggara disebut berpotensi mencatat suhu udara di atas ambang batas normal bagi manusia. Kondisi itu menjadi lebih berat karena kelembapan tinggi dan angin yang rendah, dua faktor yang dapat mempercepat beban panas pada tubuh atlet saat bertanding.
Kritik terhadap jeda pendinginan FIFA
Para ahli menilai kebijakan jeda minum selama tiga menit yang diterapkan FIFA masih terlalu singkat. Mereka menekankan bahwa waktu tersebut tidak cukup untuk menurunkan suhu inti tubuh secara berarti ketika pertandingan berlangsung di bawah panas yang menyengat.
Professor Douglas Casa dari University of Connecticut mengatakan waktu istirahat hidrasi di setiap babak semestinya lebih lama dari tiga menit. Menurut dia, durasi minimal lima menit dibutuhkan, dan enam menit dinilai lebih baik untuk membantu pemulihan pemain.
Kelompok ahli juga mendorong FIFA memberi kewenangan untuk menunda laga jika indikator panas sudah melewati batas aman. Mereka menilai langkah itu penting karena kondisi tubuh pemain bisa memburuk dengan cepat saat mengalami kepanasan.
Andrew Simms, Direktur New Weather Institute, menegaskan bahwa keamanan pemain menjadi perhatian mendesak. Ia menyebut situasi dapat berubah sangat cepat ketika seorang atlet mengalami kepanasan, sehingga kebijakan yang longgar dinilai berisiko bagi kesehatan dan keselamatan.
Risiko yang meningkat karena perubahan iklim
Analisis terbaru menunjukkan risiko panas pada turnamen mendatang telah meningkat dua kali lipat dibandingkan Piala Dunia 1994. Para ilmuwan menilai perubahan iklim global membuat suhu rata-rata di wilayah Amerika Utara menjadi lebih ganas dan sulit diprediksi.
Sejumlah pertandingan bahkan diproyeksikan berlangsung dalam kondisi setara 38 derajat Celsius pada cuaca kering. Bagi olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola, suhu seperti itu dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan fisik pemain.
Pakar kesehatan menyebut bermain dalam kondisi tersebut tanpa perlindungan tambahan sebagai langkah yang tidak bertanggung jawab. Mereka menilai perlindungan yang lebih kuat dibutuhkan karena kombinasi panas, kelembapan, dan sirkulasi udara yang buruk dapat memperbesar risiko serangan panas.
Respons FIFA dan keraguan ilmuwan
FIFA menyatakan telah menyiapkan dukungan meteorologi dan penyesuaian jadwal sesuai kondisi iklim lokal di tiap kota. Namun, para ilmuwan tetap meragukan efektivitas pendekatan itu jika tidak disertai pembaruan serius pada panduan keselamatan panas.
Mereka menilai andalan pada teknologi pendingin di bangku cadangan saja tidak cukup untuk menjawab ancaman di lapangan. Dengan tantangan tambahan seperti badai petir dan polusi udara akibat kebakaran hutan, Piala Dunia 2026 disebut menjadi salah satu turnamen dengan tingkat risiko medis yang tinggi.
Para ahli berharap FIFA segera memperbarui panduan panas sebelum turnamen dimulai agar keselamatan pemain tidak bergantung pada protokol yang dinilai terlalu lemah. Mereka menekankan bahwa perlindungan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama saat cuaca ekstrem terus meningkat di turnamen sepak bola terbesar dunia itu.
Source: www.suara.com