Bernardo Silva akan mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City pada akhir musim ini setelah sembilan tahun membela klub itu. Kontrak gelandang Portugal berusia 31 tahun tersebut tidak diperpanjang, sehingga ia akan berstatus bebas transfer dan leluasa mencari klub baru.
Keputusan itu menutup babak panjang yang sarat kontribusi besar di Etihad Stadium. Meski siap mencari petualangan baru, Bernardo mengaku berat meninggalkan klub yang sudah ia anggap sebagai rumah dalam hampir satu dekade terakhir.
Perasaan itu ia sampaikan langsung melalui laman resmi klub. Bernardo menyebut perpisahan ini sulit karena sembilan tahun merupakan waktu yang sangat lama, lalu menegaskan bahwa dirinya pergi sebagai pendukung Manchester City.
Ikatan yang semakin kuat
Bernardo juga menjelaskan bahwa kedekatannya dengan Manchester City tumbuh seiring waktu sejak pertama kali datang ke Inggris. Ia mengingat bahwa saat masih di Portugal, dirinya adalah pendukung Benfica, tetapi kini mengaku perasaannya kepada City sangat kuat.
Pernyataan itu memperlihatkan betapa besar hubungan emosional yang terbangun di balik keputusan hengkang. Bernardo bahkan menegaskan bahwa ia akan tetap menjadi pendukung Manchester City untuk sisa hidupnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada klub, seluruh staf, dan para suporter yang telah mendukung kariernya selama hampir satu dekade. Bagi Bernardo, dukungan itu menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya bersama The Cityzens.
Jejak panjang sejak 2017
Bernardo Silva pertama kali bergabung dengan Manchester City setelah direkrut dari AS Monaco pada Juli 2017. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain kunci di bawah asuhan pelatih dan memberi kontribusi besar di lini tengah.
Selama membela City, Bernardo mencatat 459 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah itu, ia menyumbang 76 gol dan 77 assist, catatan yang menunjukkan besarnya peran dia dalam permainan tim.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari statistik individu, tetapi juga dari banyaknya gelar yang ia menangkan bersama klub. Bernardo mengoleksi satu trofi Liga Champions, enam titel Premier League, satu Piala Dunia Antarklub, tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, dan tiga Community Shield.
Prestasi tersebut membuat namanya masuk dalam kelompok pemain paling sukses dalam sejarah modern Manchester City. Kepergiannya pada akhir musim ini menjadi momen penting bagi klub, sekaligus penanda berakhirnya era panjang seorang pemain yang telah memberi pengaruh besar di lapangan dan juga di ruang emosional para pendukung.
