Kadek Agung mencuri perhatian di Stadion International Banten, Serang, saat Bali United menghadapi Dewa United pada pekan ke-34 BRI Super League. Gelandang Bali United itu membuka keunggulan lewat gol pada menit ke-40 dan langsung mengubah arah laga yang awalnya berjalan dengan tensi tinggi.
Gol tersebut terasa penting karena Dewa United datang dengan target besar di laga pamungkas ini. Tim tuan rumah mengincar poin penuh untuk menjaga peluang menembus posisi empat besar klasemen akhir, tetapi justru mendapat kejutan lebih dulu dari tim tamu.
Bali United datang dengan modal percaya diri
Bali United tiba di pertandingan ini dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Modal itu terlihat dari susunan pemain yang mereka turunkan sejak awal, dengan Mike Hauptmeijer berdiri di bawah mistar.
Lini belakang Bali United diisi Kadek Arel, Joao Ferari, Ricky Fajrin, dan Teppei Yachida. Sektor tengah dan depan juga tampil dengan nama-nama seperti Made Tito, Kadek Agung, Thijmen Goppel, Rahmat Arjuna, Boris Kopitovic, dan Irfan Jaya.
Dewa United turun dengan kekuatan utama
Di kubu Dewa United, pelatih menurunkan komposisi terbaik untuk mengamankan target tiga poin. Sonny Stevens dipercaya menjaga gawang, sementara Damion Lowe, Nick Kuipers, dan Edo Febriansyah mengawal barisan pertahanan.
Sektor tengah dan lini serang Dewa United juga dipenuhi pemain utama. Jonathan, Ricky Kambuaya, Ivan Jenner, Alexis Messidoro, Noah Sadaoui, Alex Martins, dan Stefano Lilipaly tampil sejak menit awal.
Gol Kadek Agung jadi pukulan awal
Dewa United sebenarnya punya alasan kuat untuk tampil agresif karena posisinya di klasemen masih berada di peringkat keenam sementara. Namun, serangan Bali United justru menghasilkan momen penting ketika Kadek Agung sukses menjebol gawang lawan pada menit ke-40 babak pertama.
Gol itu membuat laga berjalan berbeda dari rencana awal tuan rumah. Situasi tersebut memberi keuntungan psikologis bagi Bali United dan memaksa Dewa United mengejar ketertinggalan di hadapan pendukung sendiri.
Tensi laga pamungkas langsung terasa
Pertandingan ini punya bobot tinggi bagi kedua tim karena datang pada pekan ke-34. Bali United ingin menutup laga dengan hasil positif, sedangkan Dewa United mengejar kemenangan demi menjaga asa finis di papan atas.
Kehadiran pemain-pemain utama di kedua kubu menunjukkan bahwa kedua tim tidak datang untuk sekadar menjalani formalitas. Dewa United memasang Alex Martins dan Alexandro Messidoro sebagai bagian dari kekuatan lini serang, sementara Bali United mempercayakan serangan pada kombinasi pemain yang langsung memberi dampak lewat gol Kadek Agung.
Bagi Bali United, gol pembuka itu menjadi bukti bahwa momentum positif dari laga sebelumnya masih terbawa ke Serang. Bagi Dewa United, gol menit ke-40 itu menjadi alarm bahwa ambisi besar mereka di laga kandang tidak akan mudah diwujudkan.
