Indonesia memasang sasaran berbeda untuk wushu dan basket 3×3 pada Asian Games 2026. Wushu diproyeksikan menyumbang satu hingga dua medali emas, sedangkan basket 3×3 ditargetkan menembus fase grup.
Target itu disampaikan Chef de Mission Indonesia, Todotua Pasaribu, setelah meninjau persiapan atlet wushu dan bertemu tim basket 3×3 di GBK Arena, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026.
Wushu menjadi cabang yang memikul target paling tinggi karena rekam jejak medali Indonesia dalam dua edisi Asian Games terakhir. Sementara basket 3×3 diarahkan untuk melewati rintangan awal agar kesempatan bersaing lebih jauh tetap terbuka.
Target Dua Cabang Indonesia
| Cabang olahraga | Target Asian Games 2026 |
|---|---|
| Wushu | 1 hingga 2 medali emas |
| Basket 3×3 | Lolos dari fase grup |
Todotua menilai wushu masih layak disebut sebagai salah satu andalan Indonesia di ajang multievent Asia. Nomor-nomor pada disiplin taolu dan sanda disebut konsisten memberi kontribusi medali.
Catatan pada dua edisi sebelumnya menjadi dasar optimisme tersebut. Pada Asian Games 2018, wushu Indonesia merebut satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.
| Edisi | Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|---|
| Asian Games 2018 | 1 | 1 | 3 |
| Edisi berikutnya | 1 | 2 | 2 |
Pada edisi Asian Games berikutnya, cabang ini kembali menghasilkan satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Hasil tersebut membuat target satu hingga dua emas untuk edisi 2026 dipandang memiliki dasar dari performa sebelumnya.
“Kami optimistis cabang olahraga ini kembali menjadi salah satu penyumbang medali, bahkan memiliki peluang meraih satu hingga dua medali emas,” kata Todotua. Pernyataan itu menegaskan fokus kontingen bukan hanya menjaga tradisi medali, melainkan membuka peluang emas lebih banyak.
Rencana Latihan di China
Untuk mengejar target tersebut, tim wushu direncanakan menjalani pemusatan latihan dan uji coba di China. Program ini telah masuk dalam rencana persiapan dan akan segera diajukan kepada Komite Olimpiade Indonesia serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kebutuhan anggaran menjadi bagian dari proses yang harus dikoordinasikan oleh kedua lembaga itu. Todotua mengatakan pihaknya ingin proses pengajuan dapat berjalan lebih cepat demi menunjang persiapan atlet.
“Tentu kami ingin prosesnya bisa dipercepat. Namun mekanisme anggarannya berasal dari Kemenpora yang kemudian dikoordinasikan bersama KOI,” jelas Todotua, seperti dilaporkan sport.detik.com.
Ia menambahkan CdM Indonesia akan berupaya membantu kelancaran proses tersebut. Meski demikian, keputusan akhir terkait anggaran tetap berada dalam kewenangan Kemenpora dan KOI.
Basket 3×3 Fokus Melewati Fase Grup
Berbeda dengan wushu yang dibebani sasaran emas, tim basket 3×3 Indonesia mendapat target awal yang lebih bertahap. Lolos dari fase grup menjadi pijakan yang dinilai penting sebelum memburu hasil lebih tinggi.
“Untuk basket 3×3, target awalnya adalah lolos dari fase grup sehingga peluang melangkah lebih jauh terbuka,” ujar Todotua. Ia berharap tim tersebut kembali mampu bersaing dalam perebutan medali setelah melewati target awalnya.
Dua target ini memperlihatkan pendekatan yang disesuaikan dengan posisi masing-masing cabang. Wushu diandalkan untuk menjaga pasokan medali, sementara basket 3×3 diminta membangun peluang melalui langkah pertama di fase grup.
