Juara di Depan Mata, Dedi Mulyadi Ingatkan Bobotoh Tak Nodai Kemenangan Persib

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Bobotoh tetap menjaga ketertiban saat Persib Bandung berada di ambang juara Super League musim 2025/2026. Ia menilai euforia kemenangan harus diiringi sikap dewasa agar momen besar itu tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan banyak pihak.

Dedi mengingatkan agar suporter tidak melakukan aksi berlebihan, termasuk sweeping kendaraan luar daerah maupun tindakan lain yang bisa mengganggu ketertiban umum. Ia menekankan bahwa keberhasilan Persib seharusnya menjadi kebanggaan bersama, bukan justru ternoda oleh perilaku yang mencederai citra klub dan pendukungnya.

Juara di depan mata, tapi sikap tetap harus dijaga

Dedi menyampaikan pesan itu usai menghadiri syukuran HUT Ke-80 Kodam III/Siliwangi di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (22/5/2026) malam. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif ketika peluang juara sudah sangat dekat.

“Kalau juara sudah di depan mata, kita tinggal menjaga sikap dan ketertiban kita dalam mengelola kejuaraan itu,” ujar Dedi. Ia juga menambahkan, “Jangan ada sikap yang aneh, yang mencederai kita sebagai seorang juara.”

Persib hanya butuh satu poin

Secara klasemen, Persib saat ini berada di puncak Super League dengan koleksi 78 poin. Posisi itu membuat Maung Bandung hanya membutuhkan satu poin tambahan saat menghadapi Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk memastikan gelar juara.

Situasi tersebut membuat perhatian publik tertuju ke Bandung, terutama karena Persib berpeluang mencatat sejarah sebagai juara liga tiga kali berturut-turut. Di tengah antusiasme itu, Dedi meminta masyarakat Jawa Barat ikut menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan maupun potensi perayaan berlangsung.

Pesan untuk Bobotoh dan masyarakat

Permintaan Dedi tidak hanya ditujukan kepada Bobotoh, tetapi juga kepada masyarakat luas agar sama-sama menjaga suasana tetap aman. Ia ingin perayaan, bila gelar benar-benar diraih, berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan di ruang publik.

Dengan peluang juara yang tinggal selangkah lagi, fokus utama kini bukan hanya pada hasil di lapangan, tetapi juga pada bagaimana para pendukung dan warga merayakan momen tersebut secara tertib dan beradab.

Source: bola.bisnis.com
Terkait