
Erick Thohir memilih berangkat ke Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh untuk memberikan dukungan langsung kepada Timnas Sepak Bola Putri Indonesia. Kehadiran Ketua Umum PSSI itu menjadi sorotan karena ia datang saat Garuda Pertiwi bersiap menghadapi Kamboja dalam ajang Women’s Garuda Championship Series 2026.
Langkah tersebut menunjukkan dukungan moril yang ingin disampaikan PSSI kepada tim putri. Pertandingan itu juga tercatat dalam kalender resmi FIFA Women’s Friendly Match dan digelar di Stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pukul 15.30 WIB.
Dukungan untuk Garuda Pertiwi
Erick menilai kehadiran langsung di stadion merupakan bagian dari komitmen bahwa pembinaan sepak bola nasional tidak membedakan tim putra dan putri. Sikap itu sekaligus menjadi pesan bahwa sepak bola putri mendapat perhatian yang sama dalam proses pembangunan prestasi.
Dukungan tersebut dinilai penting karena Timnas Putri tengah berusaha bangkit setelah hasil kurang memuaskan pada laga sebelumnya melawan Singapura. Laga melawan Kamboja pun menjadi kesempatan bagi skuad asuhan Satoru Mochizuki untuk menunjukkan perkembangan permainan dan kekuatan mental.
Erick menegaskan pentingnya kepercayaan diri dalam menghadapi pertandingan ini. Ia menyebut laga tersebut harus dimanfaatkan sebagai ajang mengukur kekompakan, ketahanan, dan evaluasi atas kekalahan sebelumnya.
“Timnas Putri harus tetap percaya diri dan terus berjuang,” kata Erick. Ia juga menilai hasil kurang baik sebelumnya perlu dijadikan bahan evaluasi agar tim tampil lebih kuat pada laga berikutnya.
Peluang menambah poin FIFA
Selain penting dari sisi mental, pertandingan melawan Kamboja juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menambah poin FIFA. Saat ini, Timnas Putri Indonesia berada di peringkat 110 FIFA dengan koleksi 1164,95 poin.
Tambahan poin dari laga internasional seperti ini bisa membantu posisi Indonesia di klasemen dunia. Karena itu, duel melawan Kamboja tidak hanya bernilai kompetitif, tetapi juga strategis bagi perkembangan tim dalam jangka lebih panjang.
Erick menegaskan bahwa pembangunan sepak bola putri membutuhkan proses yang tidak singkat. Ia menyampaikan harapan agar para pemain bisa tampil lepas, menikmati pertandingan, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia yang terus mendukung.
“Kita sedang membangun fondasi sepak bola putri yang berkelanjutan,” ujarnya. Dukungan yang konsisten, menurut Erick, menjadi bagian penting agar tim putri terus berkembang dan tampil lebih percaya diri di level internasional.









