
Polisi di Inggris kini menerima informasi tambahan terkait dugaan perilaku predator seksual yang menyeret nama salah satu pemilik West Ham, David Sullivan. Kepolisian Essex menyatakan penyelidikan atas laporan itu masih berlangsung setelah muncul kontak baru dari publik.
Kasus ini menjadi sorotan karena Sullivan, 77 tahun, baru saja mundur dari jabatan ketua West Ham United untuk menghadapi tuduhan yang ia sebut sebagai “tuduhan palsu”. Di sisi lain, dua media besar, BBC dan The Times, melaporkan kesaksian tujuh perempuan yang menuduh adanya perilaku eksploitatif saat Sullivan mengelola tabloid Daily Sport dan Sunday Sport pada masa lalu.
Laporan baru masuk ke polisi
Kepolisian Essex menyebut mereka telah menerima beberapa kontak setelah tuduhan tersebut mencuat ke publik. Otoritas setempat menegaskan penyelidikan masih berjalan dan menempatkan laporan itu dalam penanganan serius.
Regulator Sepak Bola Independen atau IFR juga ikut memantau situasi ini. Dalam pernyataan sebelumnya, IFR mengatakan tengah berhubungan dengan klub untuk mencari informasi mengenai kelayakan Sullivan sebagai salah satu pemilik, menyusul klaim yang dibantahnya.
Sullivan membantah semua tuduhan
Sullivan menegaskan dirinya tidak bersalah dan membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dalam pernyataan yang dirilis melalui pengacara, ia menyatakan ingin meluruskan pemberitaan media yang menurutnya keliru menggambarkan sebuah kesepakatan dengan Asosiasi Sepak Bola atau FA sebagai “larangan” disiplin.
Ia juga mengatakan bahwa selama 16 tahun di West Ham United, dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan pemain akademi atau tim wanita secara satu lawan satu. Menurut dia, kesepakatan sementara dengan FA dibuat agar ia tidak melakukan pertemuan semacam itu sampai proses atas satu pengaduan anonim terkait peristiwa pada 1981 selesai ditangani.
“Saya dengan tegas membantah klaim ini,” demikian pernyataannya, merujuk pada tuduhan yang menurutnya tidak berkaitan dengan masa kerjanya di sepak bola.
Isi tuduhan yang dilaporkan media
Laporan BBC dan The Times menyebut tujuh perempuan mengaku menjadi korban perilaku eksploitatif dan predator seksual. Kesaksian itu berasal dari periode 1980-an dan 1990-an, saat Sullivan memiliki surat kabar tabloid Daily Sport dan Sunday Sport.
Menurut pemberitaan itu, tuduhan yang muncul berkaitan dengan dugaan tekanan terhadap model muda atau calon model yang masih berada di akhir belasan hingga awal dua puluhan. The Times juga menyebut investigasinya berlangsung selama dua tahun dan melibatkan wawancara dengan puluhan mantan model serta sumber lain di industri tersebut.
Respons dari otoritas dan klub
Downing Street menyebut tuduhan itu mengerikan dan menilai polisi memang berhak menilai klaim tersebut. Sementara itu, Kepolisian Metropolitan juga mengungkap sedang menyelidiki laporan terkait dugaan pengambilan gambar tidak senonoh dan eksploitasi seksual di beberapa lokasi di London dan Essex pada 1980-an.
Polisi mengatakan kasus itu dipimpin detektif spesialis dari tim pemerkosaan dan pelanggaran seksual serius. Kepolisian Essex sendiri menerima laporan dari Kepolisian Metropolitan pada 2023, lalu meninjau sejumlah klaim lain yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran seksual pada 2008 dan 2021 sebelum memutuskan tidak mengambil langkah lanjutan saat itu.
Seorang juru bicara kepolisian menegaskan pihaknya menanggapi dugaan seperti ini dengan sangat serius dan mendorong siapa pun yang merasa menjadi korban untuk melapor. Hingga kini, penyelidikan atas laporan terbaru terus berjalan di tengah sorotan besar terhadap posisi Sullivan di West Ham dan dampaknya terhadap kepemilikan klub.
Source: www.suara.com








