
Sebuah dinding tanaman di Chile sedang menarik perhatian karena tidak hanya membuat rumah terlihat hijau, tetapi juga membantu menangkap lebih dari 90% polusi dari asap kayu. Teknologi ini menawarkan solusi yang terasa sederhana, namun menyasar masalah lingkungan dan kesehatan yang nyata di banyak rumah.
Inovasi itu dikenal sebagai Filtro Vivo, sebuah biofilter hidup yang dikembangkan oleh dua inovator asal Chile, Anibal Montalva Rodriguez dan Miguel Angel Fernandez Donoso. Sustainability creator Sam Bentley menyorot proyek ini lewat sebuah reel Instagram yang memperlihatkan bagaimana dinding tanaman tersebut bekerja sebagai penyaring udara.
Cara kerjanya
Asap dari cerobong ditarik oleh motor ke dalam dinding tanaman, lalu didinginkan sebelum dialirkan melalui sistem akar. Di tahap itu, partikel tertahan dan kontaminan diserap oleh tanaman.
Menurut penjelasan yang dibagikan Bentley, sistem ini mampu menangkap lebih dari 90% polusi dari asap kayu. Itu membuatnya berbeda dari dekorasi rumah biasa karena fungsi utamanya bukan hanya estetika, tetapi juga pengendalian polusi.
Relevan untuk rumah yang masih bergantung pada kayu
Di Chile selatan, kayu masih menjadi salah satu cara paling murah bagi banyak keluarga untuk memanaskan rumah. Pilihan itu memang membantu dari sisi biaya, tetapi asap yang dihasilkan dapat memicu masalah kesehatan bagi orang yang tinggal di dalam dan di sekitar rumah.
Di situ Filtro Vivo menemukan perannya. Teknologi ini menurunkan polusi tanpa memaksa penghuni meninggalkan sumber panas yang masih mereka butuhkan secara finansial.
Bisa jadi kebun kecil di dinding
Selain menyaring asap, dinding hidup ini juga dapat dipakai untuk menanam bahan pangan. Bentley menyebut ada ruang untuk tomat, stroberi, dan herba di struktur tersebut.
Fungsi ganda ini membuatnya menarik bukan hanya untuk isu udara bersih, tetapi juga untuk ketahanan pangan skala rumah tangga. Dengan menanam sendiri sebagian kebutuhan dapur, penghuni berpotensi mengurangi belanja bahan makanan sekaligus mendorong pola makan yang lebih sehat.
Sudah dipakai di berbagai tempat
Filtro Vivo tidak berhenti sebagai prototipe. Inovasi ini sudah digunakan di rumah, lokasi industri, dan bangunan publik di seluruh Chile.
Pencapaian itu ikut mengangkat profil kedua pembuatnya di tingkat internasional. Rodriguez dan Donoso kini menjadi finalis European Inventor Award dari European Patent Office.
Respons publik yang positif
Di media sosial, banyak komentator memuji fungsi dan tampilannya. Ada yang menyebutnya “benar-benar brilian” dan mengagumi cara tanaman mengubah toksin menjadi sesuatu yang indah.
Komentar lain menyoroti perlunya lebih banyak perhatian pada solusi seperti ini. Seorang pengguna juga menulis bahwa teknologi itu persis seperti yang ia butuhkan di rumahnya.









