
Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) memperkuat ekosistem keamanan siber nasional lewat kerja sama strategis dengan CREST International. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi talenta, memperkuat standar industri, dan membangun kapasitas pelaku keamanan siber di Indonesia.
Nota kesepahaman kedua pihak ditandatangani di sela-sela UK–Indonesia Bilateral Meeting on Digital Economy and Cybersecurity di London, Inggris. Langkah ini menandai dorongan baru bagi industri keamanan siber Indonesia yang tengah tumbuh seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Fokus pada talenta dan standar industri
Ketua Umum ADIGSI Firlie Hanggodo Ganinduto menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses pengembangan kompetensi bagi talenta keamanan siber nasional. Ia juga menilai kolaborasi dengan CREST International dapat membuka peluang lebih besar menuju pasar global.
Firlie menegaskan ADIGSI ingin mendorong pertumbuhan industri keamanan siber Indonesia secara lebih terarah. Karena itu, kerja sama internasional dipandang perlu untuk memperkuat daya saing tenaga ahli dan pelaku industri di dalam negeri.
MoU tersebut akan dijalankan melalui sejumlah program kerja yang menyasar aspek teknis dan kelembagaan. Agenda itu mencakup penguatan standar industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, pengembangan jalur akreditasi, serta penguatan kapabilitas pelaku industri keamanan siber nasional.
Dorongan untuk ekosistem digital yang lebih aman
ADIGSI menilai penguatan tersebut penting agar kualitas dan profesionalisme sektor keamanan siber Indonesia terus meningkat. Kebutuhan ini muncul karena layanan digital makin luas dipakai di berbagai bidang dan menuntut sistem perlindungan yang lebih andal.
Dari sisi mitra, CEO CREST International Nick Benson melihat Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. Menurut dia, potensi itu membuat kebutuhan terhadap standar dan kompetensi keamanan siber ikut naik.
Benson mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen CREST untuk mendukung pengembangan standar, kompetensi, dan profesionalisme industri keamanan siber di Indonesia. Ia berharap kolaborasi tersebut memberi manfaat bagi ekosistem digital yang makin aman dan terpercaya.
Jejaring industri Indonesia dan Inggris ikut diperluas
Kerja sama ini tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga penguatan jejaring industri antara Indonesia dan Inggris. Kedua organisasi tersebut disebut sebagai asosiasi industri teknologi dan sektor strategis terkemuka di Inggris, sehingga kolaborasi ini punya ruang lebih luas untuk penjajakan peluang bisnis dan pengembangan ekosistem.
Penandatanganan kerja sama itu turut disaksikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah serta Director for Infrastructure and Technology Department for Business and Trade United Kingdom Rodney Berkeley. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan pentingnya isu keamanan siber sebagai bagian dari agenda ekonomi digital yang lebih luas.
Kerja sama ADIGSI dan CREST International menjadi sinyal bahwa penguatan keamanan siber Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada standar, sertifikasi, dan kapasitas SDM yang selaras dengan kebutuhan global. Dalam konteks transformasi digital yang terus berjalan, kolaborasi lintas negara seperti ini menjadi salah satu jalur penting untuk membangun industri keamanan siber yang lebih profesional dan kompetitif.
Source: www.beritasatu.com








