Timnas Maroko membuka langkah di Grup C Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Brasil. Hasil itu langsung menarik perhatian karena Maroko mampu menahan salah satu tim tersukses di sepak bola dunia dan tetap menjaga peluang di fase grup.
Pelatih Mohamed Ouahbi menilai hasil tersebut sebagai tanda bahwa Maroko siap bersaing di level tertinggi. Ia juga menegaskan ambisinya untuk membawa Atlas Lions melangkah lebih jauh dari pencapaian semifinal Piala Dunia 2022.
Maroko tampil berani sejak awal
Maroko tidak datang hanya untuk bertahan saat menghadapi Brasil. Tim ini justru lebih dulu unggul lewat gol Ismael Saibari pada babak pertama dan menunjukkan keberanian dalam membangun permainan.
Brasil kemudian membalas melalui Vinicius Junior pada menit ke-32. Meski kebobolan, Maroko tetap mampu menjaga ritme dan memberi perlawanan sengit sepanjang laga.
Ouahbi puas dengan respons tim
Usai pertandingan, Ouahbi mengaku puas dengan cara timnya merespons tekanan dari Brasil. Ia menilai satu poin dari laga pembuka merupakan modal penting untuk menjalani turnamen yang panjang dan menuntut konsistensi.
“Untuk masa depan sepak bola Maroko, kami percaya diri. Kami bermain imbang dan kami senang. Saya tidak kecewa,” ujar Ouahbi dilansir dari NST. Ia menegaskan bahwa tim memang ingin menang, tetapi hasil imbang melawan Brasil tetap bernilai besar.
Target tembus final jadi ambisi baru
Ouahbi tidak menutupi target tinggi yang ia pasang untuk Maroko di Piala Dunia 2026. Setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal pada edisi 2022 di Qatar, ia ingin mendorong timnya melangkah ke partai puncak.
“Saya ingin melangkah lebih jauh dari semifinal, tetapi ini adalah pertandingan yang bagus,” kata Ouahbi. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Maroko tidak ingin berhenti pada pencapaian historis sebelumnya.
Keberanian jadi modal utama
Selain hasil akhir, Ouahbi menyoroti keberanian para pemainnya saat menghadapi tekanan Brasil. Ia memuji timnya karena tetap berani meminta bola dan memainkan gaya permainan sendiri meski lawan terus menekan.
“Hal yang paling saya banggakan adalah kami cukup berani untuk tetap bermain dan meminta bola saat berada di bawah tekanan. Itu adalah kualitas besar yang kami miliki,” ujarnya. Menurutnya, kualitas itu penting jika Maroko ingin benar-benar bersaing dengan tim elite dunia.
Keyakinan menghadapi laga berikutnya
Ouahbi menilai satu poin dari Brasil bukan hanya hasil positif, tetapi juga bukti bahwa Maroko mampu berkembang selama turnamen berlangsung. Ia yakin performa timnya akan meningkat seiring bertambahnya pengalaman di lapangan.
“Satu poin sudah cukup baik dan kami akan terus berkembang,” ucapnya. Dengan modal tersebut, Maroko kini membawa kepercayaan diri besar untuk menatap laga-laga selanjutnya sambil menjaga target tinggi menuju final Piala Dunia 2026.
