Perbanas Tembus Asia, UBAYA Ukir Sejarah di Final Campus League yang Dramatis

Author: Qoo Media

Campus League Basketball Season 1 2026 resmi berakhir dengan dua cerita besar yang langsung mencuri perhatian. Tim Putra Institut Perbanas keluar sebagai juara nasional dan berhak mewakili Indonesia ke Asia University Basketball League (AUBL) 2027, sementara Tim Putri Universitas Surabaya atau UBAYA menorehkan sejarah sebagai kampus pertama yang merebut gelar sektor putri.

Dua final yang digelar di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6), juga menegaskan bahwa musim perdana Campus League bukan sekadar ajang mencari pemenang. Kompetisi ini mempertemukan ratusan student-athlete dari berbagai perguruan tinggi dan membangun panggung baru bagi basket kampus di Indonesia.

UBAYA ukir sejarah di sektor putri

UBAYA memastikan gelar juara setelah menundukkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51. Laga berlangsung cepat sejak awal, dengan kedua tim saling menekan dan sama-sama berusaha mengambil kendali permainan.

UBAYA sempat unggul tipis pada kuarter pertama dengan 19 poin, tetapi SCU membalikkan keadaan di kuarter kedua. Tim asal Semarang itu tampil lebih efektif dan menutup babak pertama dengan keunggulan, sebelum UBAYA bangkit pada kuarter ketiga lewat ledakan 23 poin.

Pelatih UBAYA, Wellyanto Pribadi, menekankan pentingnya kekompakan dalam perjalanan timnya hingga menjadi juara. Ia menyebut timnya punya larangan keras untuk saling menyalahkan saat melakukan kesalahan di lapangan.

“Tidak ada rahasia khusus untuk bisa meraih kemenangan demi kemenangan dan akhirnya keluar sebagai juara,” kata Wellyanto. Ia menegaskan kebersamaan membuat tim tetap tenang saat tertinggal dan mampu membalikkan keadaan.

Power forward UBAYA, Selly Margaretha, juga menilai gelar ini lahir dari kerja keras sejak persiapan hingga fase nasional. Ia menyebut salah satu kekuatan UBAYA ada pada kemampuan shooting yang merata di seluruh pemain.

Perbanas menang dramatis lewat overtime

Di sektor putra, Institut Perbanas memastikan gelar juara setelah melewati duel ketat melawan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW). Pertandingan berakhir 47-45 untuk Perbanas setelah melalui babak overtime yang menegangkan.

Perbanas sempat memimpin 12-10 pada kuarter pertama, tetapi UKSW bangkit pada kuarter kedua dan menutup babak pertama dengan momentum yang lebih baik. Setelah jeda, Perbanas memperbaiki pertahanan dan menahan laju lawan, sehingga laga tetap berjalan ketat hingga kuarter terakhir.

Saat waktu normal hampir habis, Perbanas dan UKSW masih sama kuat dalam perburuan poin. Pada fase tambahan, Perbanas akhirnya menemukan momen penentu lewat tembakan dua poin Muhammad Haikal Malik yang mengunci kemenangan sekaligus memastikan gelar juara nasional.

Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, menyebut kemenangan ini sebagai bukti mentalitas tim yang terbentuk sepanjang kompetisi. Ia juga menyinggung pencapaian timnya yang sebelumnya hanya menempati peringkat ketiga di regional, tetapi mampu melangkah jauh hingga menjadi juara nasional.

Muhammad Haikal Malik, yang meraih gelar MVP Campus League Basketball Season 1 2026, mengatakan keberhasilan Perbanas lahir dari kerja kolektif. Ia menilai timnya membuktikan bahwa kerja keras dan kekompakan bisa menghasilkan prestasi besar meski tidak bertumpu pada status unggulan atau pemain bintang.

Fondasi baru untuk basket kampus

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut musim pertama ini menjadi bukti bahwa olahraga kampus memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi ekosistem yang lebih kuat. Ia menilai antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan pihak lain yang terlibat menunjukkan dasar yang menjanjikan bagi keberlanjutan kompetisi.

Ryan juga menegaskan bahwa Campus League tidak hanya mengejar gelar juara. Menurut dia, ajang ini dibangun untuk membentuk student-athlete yang disiplin, punya kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan berkembang di luar lapangan.

Campus League sendiri berdiri di atas tiga pilar utama, yakni Athleticism, Academics, dan Affinity. Dengan pendekatan itu, olahraga ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, bukan sekadar arena kompetisi.

Musim perdana basket Campus League sudah berjalan hampir tiga bulan sejak April dan menempuh rangkaian regional di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta-Tangerang. Fase tersebut kemudian bermuara di The Nationals yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah.

Langkah berikutnya untuk Campus League

Setelah basket, Campus League juga menyiapkan kompetisi badminton dan futsal pada kalender berikutnya. Penutup rangkaian musim ini akan hadir lewat UniGames yang menghadirkan cabang olahraga lainnya.

Dukungan terhadap ajang ini juga datang dari sponsor utama, Polytron, yang menilai kompetisi mahasiswa sejalan dengan semangat inovasi dan adaptasi. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan Campus League memberi ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi sekaligus berkreasi, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih baik.

Dengan Perbanas yang siap membawa nama Indonesia ke panggung Asia dan UBAYA yang mencatat sejarah di sektor putri, Campus League Basketball Season 1 2026 meninggalkan jejak awal yang kuat bagi masa depan olahraga kampus di Tanah Air.

Source: www.medcom.id
Terbaru