Selebrasi gol Mohammad Mohebi saat Iran menghadapi Selandia Baru di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari publik Barat. Gestur menirukan tembakan senjata yang dilakukan gelandang Iran itu dianggap provokatif karena terjadi di tengah suasana politik yang sensitif.
Mohebi mencetak gol penyama kedudukan lewat sundulan di SoFi Stadium, dalam laga pembuka Grup G yang berakhir 2-2. Namun, momen selebrasi itu justru lebih banyak menarik perhatian dibanding hasil pertandingan, terutama setelah tersebar luas di media sosial.
Kecaman dari publik dan media
Sejumlah media Amerika Serikat menyebut selebrasi Mohebi tidak pantas dan menilai FIFA layak menjatuhkan hukuman. Reaksi keras juga datang dari sebagian penggemar yang menganggap gestur tersebut bisa memperkeruh suasana pertandingan.
Desakan agar FIFA bertindak bahkan mengarah pada tuntutan sanksi berat. Beberapa pihak meminta agar Mohebi dijatuhi larangan tampil di sisa turnamen sebagai bentuk penegakan disiplin.
Laga yang sejak awal sudah sarat ketegangan
Kontroversi itu muncul di tengah pertandingan yang memang sudah dipenuhi nuansa politik. Di dalam stadion, suporter Iran menampilkan simbol-simbol protes, termasuk bendera pra-revolusi yang dilarang.
Pihak keamanan menerapkan pemeriksaan ketat kepada penonton sebelum masuk stadion. Detektor logam dan inspeksi barang bawaan digunakan, tetapi sejumlah simbol tetap berhasil dibawa ke tribun dan terlihat selama laga berlangsung.
Protes juga muncul di luar stadion
Suasana panas tidak hanya terjadi di dalam arena pertandingan, tetapi juga di luar stadion. Ratusan demonstran berkumpul untuk menyuarakan protes terhadap pemerintah Iran sebelum laga dimulai.
Di tribun, sebagian suporter bahkan membalikkan badan atau mencemooh saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan. Rangkaian aksi itu membuat duel Iran kontra Selandia Baru menjadi salah satu laga dengan tensi nonteknis paling tinggi di grup tersebut.
Hasil pertandingan dan perhatian berikutnya
Secara permainan, laga itu berakhir imbang 2-2. Dua gol Selandia Baru dicetak Eljiah Just pada menit ke-7 dan 56, sementara dua gol Iran datang dari Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.
Setelah duel tersebut, Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di SoFi Stadium. Sorotan terhadap Mohebi kini ikut membayangi langkah Iran di turnamen, terutama jika tekanan publik dan desakan sanksi terus berkembang.
