Norwegia datang ke laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 dengan satu target yang jelas: tiga poin penuh atas Irak di Boston. Bagi tim Skandinavia itu, duel ini bukan hanya soal awal turnamen, tetapi juga soal mengakhiri penantian 28 tahun untuk kembali tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Pelatih Stale Solbakken menilai kemenangan akan sangat penting untuk menjaga jalan Norwegia di grup yang ia sebut sangat kompetitif. Ia bahkan menyebut pertandingan ini sebagai salah satu momen paling membanggakan dalam karier profesionalnya karena memimpin tim nasional di Piala Dunia setelah begitu lama absen.
Tumpuan pada Haaland
Sorotan utama Norwegia tetap tertuju pada Erling Haaland. Solbakken berharap penyerang Manchester City itu bisa langsung memberi pengaruh besar sejak laga pertama, apalagi Haaland datang dengan reputasi sebagai pencetak gol paling tajam di skuadnya.
Haaland baru saja menambah daftar prestasi dengan meraih sepatu emas Premier League untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir. Solbakken menegaskan bahwa kondisi fisik sang striker juga berada dalam jalur yang positif setelah mendapat sedikit jeda di penghujung musim.
Menurut Solbakken, performa Haaland di sesi latihan terus meningkat dari hari ke hari. Ia percaya tim harus mampu menyediakan suplai bola yang cukup agar Haaland bisa memaksimalkan peluang di depan gawang.
Strategi Norwegia pun tampak mengarah pada upaya mengalirkan bola ke zona berbahaya untuk Haaland. Solbakken menilai jika penyerang andalannya mendapat kesempatan, peluang gol selalu terbuka lebar.
Lawan yang tidak bisa diremehkan
Meski Norwegia datang dengan status unggulan, Solbakken menolak meremehkan Irak. Ia mengingatkan bahwa lawannya juga kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir, sehingga laga pembuka ini memiliki bobot besar bagi kedua tim.
Solbakken menyebut grup ini sangat kompetitif dan bahkan mungkin yang terberat di turnamen. Karena itu, ia menilai awal yang baik dengan tiga poin akan sangat menentukan arah langkah Norwegia ke fase berikutnya.
Bagi Norwegia, laga ini juga membawa muatan emosional yang kuat. Solbakken adalah bagian dari skuad Norwegia pada Piala Dunia terakhir mereka pada 1998, sehingga kesempatan memimpin tim di edisi baru terasa sangat spesial.
Irak membawa kisah sejarah sendiri
Di kubu Irak, perhatian besar tertuju pada Zidane Iqbal. Gelandang berusia 23 tahun itu akan mencatat sejarah sebagai pesepak bola keturunan Pakistan pertama yang tampil di Piala Dunia.
Iqbal mengaku awalnya tidak tahu dirinya akan menjadi pemain pertama dari garis keturunan Pakistan yang tampil di ajang tersebut. Ia baru menyadari fakta itu setelah melihat unggahan di media sosial dan langsung mengabarkannya kepada sang ayah.
Hubungan dengan ayahnya yang lahir di Pakistan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Iqbal. Ia menyebut ayahnya sebagai sosok yang paling ia hormati dan sangat membantu dirinya berkembang sebagai pesepak bola.
Iqbal juga menunjukkan penghormatan terhadap kedua identitas yang membentuk dirinya. Saat bertanding, ia memakai bendera Irak di sisi kiri sepatu dan bendera Pakistan di sisi kanan sebagai simbol rasa hormat terhadap dua sisi keluarganya.
Pesan untuk generasi muda
Bagi Iqbal, pencapaian ini tidak hanya penting untuk dirinya sendiri. Ia berharap kehadirannya di Piala Dunia dapat memberi inspirasi bagi anak-anak keturunan Asia Selatan yang bermimpi menjadi pesepak bola profesional.
Ia menekankan bahwa perjalanan menjadi pemain profesional tidak mudah dan selalu diwarnai naik turun. Karena itu, ia berharap kerja keras dan komitmen yang ia tunjukkan bisa menjadi contoh bahwa latar belakang apa pun tidak menjadi penghalang untuk meraih kesempatan besar.
Laga Norwegia kontra Irak pun mempertemukan dua narasi yang sama-sama kuat, yakni ambisi tim yang kembali ke Piala Dunia setelah lama absen dan kisah sejarah individu yang ingin meninggalkan jejak di panggung terbesar sepak bola dunia. Bagi Solbakken, hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh efektivitas tim dalam memanfaatkan ketajaman Haaland sejak menit-menit awal.







