Jawa Timur Turunkan Delapan Petarung, Misi Besar Kejuaraan Dunia Muaythai 2026 di Malaysia

Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung utama atlet Muaythai Indonesia. Delapan petarung terbaik dari provinsi itu siap memperkuat kontingen Merah Putih di World Muay Championship dan World School Muay Championship 2026 di Malaysia, menghadapi persaingan dari lebih 100 negara.

Kehadiran mereka menjadi sorotan karena komposisinya terdiri atas tiga atlet senior dan lima atlet junior. Seluruhnya sudah melewati tahapan pembinaan dan kompetisi nasional sebelum mendapat kesempatan tampil di ajang amatir tertinggi dunia tersebut.

Andalan utama dari Jawa Timur

Salah satu nama yang paling diperhitungkan adalah Aldento Brilliant, peraih medali perak SEA Games. Pengalaman bertanding di level internasional membuatnya diharapkan menjadi motor bagi atlet-atlet muda Indonesia dalam menghadapi ketatnya persaingan.

Sorotan lain tertuju kepada Ellijah Hinzman yang baru berusia 16 tahun. Meski masih berstatus pelajar, ia sudah mengoleksi lebih dari 40 pertandingan profesional dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, H. Baso Juherman, SP., SH., M.HP., menyebut keikutsertaan atlet-atlet itu sebagai bukti keberhasilan pembinaan berjenjang di daerah. Ia menegaskan bahwa Jawa Timur datang bukan hanya untuk melengkapi kontingen Indonesia.

“Jawa Timur datang ke Malaysia bukan sekadar melengkapi kontingen Indonesia. Kami membawa atlet-atlet terbaik hasil pembinaan daerah yang telah teruji di berbagai kejuaraan,” tegas Baso Juherman.

Regenerasi yang terus berjalan

Selain atlet senior dan nama muda seperti Ellijah, Jawa Timur juga membawa sejumlah debutan Porprov Jawa Timur. Ada pula peraih medali emas Kejuaraan Nasional Muaythai NTB 2025 yang ikut memperkuat komposisi tim.

Kombinasi itu dianggap sebagai simbol regenerasi yang berjalan baik di lingkungan Muaythai Jawa Timur. Baso menilai kejuaraan dunia ini bukan semata-mata soal medali, tetapi juga ajang pembuktian kualitas pembinaan olahraga Indonesia di mata dunia.

Ia menambahkan bahwa target utama tetap memberi kontribusi medali bagi Merah Putih. Jawa Timur, kata dia, ingin menunjukkan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara besar Muaythai dunia.

World Muay Championship dan World School Muay Championship 2026 menjadi panggung bergengsi dengan partisipasi atlet dari lebih 100 negara. Dengan delapan wakil dari Jawa Timur, harapan besar kini tertuju pada kemampuan para petarung Bumi Majapahit untuk menjadi tulang punggung Indonesia dalam perburuan prestasi dunia.

“Semoga mereka mampu memberikan yang terbaik dan pulang membawa prestasi yang membanggakan bangsa,” ujar Baso Juherman.

Source: suryakabar.com

Terkait