Omoway resmi membawa skuter listrik Omo X ke tahap produksi lokal di fasilitas perakitan Balaraja, Tangerang. Langkah ini langsung menempatkan model tersebut sebagai salah satu kendaraan roda dua listrik rakitan dalam negeri dengan TKDN yang telah melampaui 40 persen.
Pencapaian itu tidak berdiri sendiri. Omoway sebelumnya melakukan riset mendalam terhadap karakteristik pengguna sepeda motor di Pulau Jawa sebelum memutuskan lokalisasi produksi, sekaligus menanamkan investasi senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 177 miliar untuk merealisasikan proyek ini.
Fokus pada kualitas produksi
Omoway menegaskan bahwa lini perakitan lokal diprioritaskan untuk menjaga standar kualitas. General Manager Omoway Indonesia Yulong Chen mengatakan pabrik di Balaraja sudah selesai dan unit siap dikirim ke konsumen.
Chen juga menekankan bahwa perusahaan tidak mengejar volume produksi besar dalam waktu singkat. Menurutnya, kapasitas perakitan akan dinaikkan bertahap dari waktu ke waktu sesuai rencana yang sudah disiapkan.
“Bukan seberapa cepat kami memproduksi, yang terpenting kualitas,” ujar Chen di lokasi peluncuran Omo X di Tangerang. Ia menjelaskan bahwa produksi akan naik perlahan, mulai dari 10 unit pada satu bulan, lalu bertahap menjadi 15, 30, 60, hingga 100 unit.
Kandungan lokal dan material
Selain memenuhi aspek regulasi lokal, Omo X juga disebut menggunakan komponen dengan standar material tinggi. Chen menyebut kandungan lokalnya sudah lebih dari 40 persen, sementara sekitar 80-90 persen sparepart Omo X memakai material yang kualitasnya setara material mobil.
Klaim tersebut menunjukkan strategi Omoway tidak hanya berfokus pada perakitan dalam negeri, tetapi juga pada kualitas komponen yang dipakai. Pendekatan ini menjadi penting karena Omo X diposisikan sebagai skuter listrik canggih yang harus menjaga konsistensi performa di tangan konsumen.
Disiapkan untuk pasar Jabodetabek
Model komersial Omo X nantinya akan didistribusikan dalam empat varian. Sasaran awal penjualan diarahkan untuk kebutuhan pasar di wilayah Jabodetabek.
Langkah ini mengindikasikan Omoway memilih pendekatan pasar yang lebih terukur setelah produksi lokal berjalan. Dengan distribusi bertahap dan kapasitas yang dinaikkan pelan-pelan, perusahaan tampak menempatkan kesiapan produksi dan kontrol mutu sebagai fondasi utama sebelum ekspansi lebih jauh.
Fasilitas Balaraja kini menjadi titik penting dalam perjalanan Omo X sebagai produk lokal. Dengan TKDN yang sudah menembus 40 persen, investasi besar yang sudah digelontorkan, serta rencana produksi bertahap, Omoway mencoba membangun posisi Omo X sebagai skuter listrik rakitan Indonesia yang siap masuk pasar secara lebih serius.







