Justin Gaethje mencuri perhatian besar di UFC Freedom 250 setelah mengalahkan Ilia Topuria dalam laga utama yang digelar di Gedung Putih. Hasil itu bukan hanya membuat Gaethje resmi menyandang status juara kelas ringan UFC tak terbantahkan, tetapi juga melahirkan catatan langka yang terakhir disentuh Conor McGregor.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Gaethje meraihnya atas seorang juara bertahan, bukan lewat perebutan sabuk kosong. Dalam konteks divisi kelas ringan UFC, momen seperti ini sudah sangat lama tidak terjadi.
Gaethje pecahkan dominasi panjang di kelas ringan
Gaethje menutup pertarungan dengan cara meyakinkan setelah menghentikan Topuria di sudut ring usai ronde keempat. Dalam salah satu duel terbaik tahun 2026 sejauh ini, petarung asal Amerika Serikat itu juga mematahkan rekor tak terkalahkan Topuria.
Sebelum laga ini, banyak pihak menilai Topuria masih akan melanjutkan dominasinya. Bahkan, ada spekulasi bahwa Topuria akan naik ke kelas welter untuk menantang Islam Makhachev jika mampu melewati Gaethje.
Prestasi langka yang terakhir dilakukan McGregor
Yang membuat kemenangan Gaethje makin besar adalah fakta bahwa ia menjadi juara kelas ringan pertama yang merebut sabuk langsung dari juara bertahan sejak Conor McGregor mengalahkan Eddie Alvarez pada 2016. Sejak KO McGregor atas Alvarez, tidak ada lagi petarung yang menggulingkan pemegang sabuk kelas ringan secara langsung di dalam oktagon.
Setelah era McGregor, sabuk kelas ringan sempat berpindah tangan kepada Khabib Nurmagomedov, Charles Oliveira, Islam Makhachev, dan Ilia Topuria. Namun, para petarung itu meraih gelar lewat laga perebutan sabuk kosong, bukan dengan merebutnya dari juara yang sedang bertahan.
Mengubah peta persaingan UFC
Catatan itulah yang membuat kemenangan Gaethje terasa lebih berat bobotnya. Selama hampir satu dekade, divisi kelas ringan berjalan tanpa ada juara bertahan yang kehilangan sabuknya di oktagon, dan Gaethje menjadi sosok yang akhirnya memutus rangkaian itu.
Hasil tersebut juga menggagalkan kemungkinan UFC kembali menggelar pertarungan perebutan gelar kosong di kelas 155 pound. Kini, fokus Gaethje beralih ke pertarungan mempertahankan sabuk dan memperkuat posisinya sebagai penguasa baru divisi paling kompetitif di UFC.
Source: www.viva.co.id






