Matchday 1 Piala Dunia 2026 sudah selesai dan langsung memberi gambaran awal tentang peta kekuatan antar benua. Dari 48 negara yang tampil pada laga perdana, Eropa menjadi konfederasi dengan kemenangan terbanyak, disusul Afrika, Asia, Amerika Selatan, serta CONCACAF.
Hasil pekan pembuka ini juga menunjukkan bahwa banyak tim unggulan belum langsung dominan. Ada negara yang tampil meyakinkan sejak awal, tetapi ada pula yang harus puas berbagi angka atau bahkan tumbang pada laga pertama.
Eropa paling banyak menang
Wakil Eropa tampil paling produktif pada matchday pertama dengan 6 kemenangan, 3 kekalahan, dan 6 hasil imbang. Enam negara yang berhasil membawa pulang tiga poin adalah Skotlandia, Jerman, Swedia, Norwegia, Austria, dan Inggris.
Kemenangan itu menjadi sinyal bahwa kedalaman skuad Eropa masih sangat kuat di turnamen ini. Namun, tidak semua wakil UEFA berjalan mulus karena Ceko, Kroasia, dan Turki kalah pada laga pembuka.
Beberapa tim besar juga belum menemukan performa terbaik. Bosnia dan Herzegovina, Swiss, Belanda, Belgia, Spanyol, serta Portugal sama-sama hanya meraih satu poin setelah bermain imbang.
Afrika dan Asia ikut memberi perlawanan
Konfederasi Afrika mencatat 2 kemenangan, 4 kekalahan, dan 4 hasil seri pada laga pertama. Pantai Gading dan Ghana menjadi dua tim yang berhasil menjaga peluang CAF untuk bersaing ke fase berikutnya.
Di sisi lain, Afrika Selatan, Tunisia, Senegal, dan Aljazair memulai turnamen dengan kekalahan. Maroko, Mesir, Tanjung Verde, dan Republik Demokratik Kongo pun belum bisa meraih kemenangan setelah bermain imbang.
Asia mencatat hasil yang cukup seimbang dengan 2 kemenangan, 3 kekalahan, dan 4 hasil seri. Korea Selatan dan Australia menjadi dua wakil AFC yang sukses meraih kemenangan, sementara Irak, Yordania, dan Uzbekistan harus menerima hasil negatif.
Empat tim Asia lain, yakni Qatar, Jepang, Iran, dan Arab Saudi, mengawali perjalanan dengan satu poin. Hasil ini menunjukkan persaingan di kawasan AFC masih ketat sejak fase awal.
Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Oseania
Wakil Amerika Selatan mengakhiri matchday pertama dengan 2 kemenangan, 2 kekalahan, dan 2 hasil seri. Argentina dan Kolombia menjadi dua tim yang sukses meraih hasil maksimal dan menjaga posisi CONMEBOL tetap kompetitif di klasemen antar benua.
Brasil dan Uruguay belum mampu mengunci kemenangan karena hanya bermain imbang. Paraguay dan Ekuador justru harus memulai turnamen dengan kekalahan.
CONCACAF juga mencatat 2 kemenangan, 3 kekalahan, dan 1 hasil seri. Meksiko dan Amerika Serikat sama-sama menang pada pertandingan pembuka, sedangkan Kanada berbagi poin dengan lawannya.
Haiti, Curaçao, dan Panama belum memperoleh poin setelah kalah pada matchday pertama. Satu-satunya wakil Oseania, Selandia Baru, meraih satu hasil imbang dan tetap menjaga peluang di fase awal turnamen.
Rekap hasil yang menonjol
Beberapa skor pada matchday pertama memperlihatkan perbedaan kekuatan yang cukup tajam. Jerman mencatat kemenangan besar 7-1 atas Curaçao, sementara Inggris menang 4-2 atas Kroasia dan Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1.
Di laga lain, Prancis menundukkan Senegal 3-1, Argentina menang 3-0 atas Aljazair, dan Swedia menekuk Tunisia 5-1. Ada juga hasil yang lebih ketat seperti Pantai Gading 1-0 Ekuador, Skotlandia 1-0 Haiti, dan Ghana 1-0 Panama.
Laga-laga imbang turut mewarnai pembuka turnamen, termasuk Brasil 1-1 Maroko, Belanda 2-2 Jepang, Belgia 1-1 Mesir, serta Portugal 1-1 Republik Demokratik Kongo. Hasil-hasil ini membuat persaingan menuju fase gugur tetap terbuka lebar sejak awal.
Jika dilihat dari jumlah kemenangan, Eropa jelas berada di posisi teratas pada matchday 1 Piala Dunia 2026. Namun, hasil yang tersebar merata dari Afrika, Asia, Amerika Selatan, CONCACAF, dan Oseania menunjukkan bahwa turnamen masih sangat terbuka dan setiap benua masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi pada laga-laga berikutnya.
