Inggris dan RD Kongo akan saling berhadapan dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 yang diprediksi berlangsung ketat di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Duel perebutan tiket 16 besar itu dijadwalkan kick-off pada Rabu (1/7) pukul 23.00 WIB dan disiarkan langsung oleh TVRI.
Inggris datang dengan status juara Grup L setelah mengumpulkan tujuh poin. Mereka menang 4-2 atas Kroasia, bermain imbang 0-0 melawan Ghana, lalu menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama.
Di sisi lain, RD Kongo melangkah ke babak ini dengan modal kejutan besar. Tim yang kini menempati peringkat 60 FIFA itu sempat menahan imbang Portugal pada laga pembuka grup.
Sorotan Tajam ke Lini Serang Inggris
Menjelang laga ini, perhatian tertuju pada efektivitas serangan Inggris di bawah Thomas Tuchel. Lini depan The Three Lions dinilai belum cukup tajam saat menghadapi pertahanan Ghana dan Panama.
Kondisi itu ikut memunculkan kritik terhadap strategi lini tengah Inggris. Sejumlah sorotan menyebut pendekatan yang terlalu defensif membuat tim kurang agresif dalam membongkar lawan.
Mantan gelandang Inggris, Paul Scholes, bahkan memberi saran terbuka kepada Tuchel. Ia menilai Inggris perlu mengurangi kekuatan gelandang bertahan demi menambah daya gedor saat menghadapi RD Kongo.
Menurut Scholes, Inggris sebaiknya tidak memainkan dua gelandang bertahan sekaligus. Ia juga menyebut Declan Rice dan Elliot Anderson sebagai opsi penting di lini tengah, dengan preferensi pada Anderson untuk laga berikutnya.
“Inggris tidak perlu memainkan dua gelandang bertahan di pertandingan berikutnya. Tanpa bermaksud meremehkan Kongo, tetapi dalam pertandingan seperti itu, Anda memainkan sebanyak mungkin penyerang. Saya pikir itu harus menjadi duel langsung antara Declan Rice dan Elliot Anderson, dan saya pikir saya akan memilih Anderson,” ujar Scholes.
Modal Gol dan Nama-Nama Kunci
Inggris tetap punya amunisi kuat di lini depan. Harry Kane sedang percaya diri setelah mencetak tiga gol, sementara Jude Bellingham menambah ancaman dengan koleksi dua gol dan satu assist.
RD Kongo juga membawa kekuatan yang tidak bisa dipandang remeh. Mereka mengandalkan pemain-pemain yang tampil di Liga Primer, termasuk Aaron Wan-Bissaka, Noah Sadiki, dan Yoane Wissa.
Yoane Wissa menjadi salah satu nama yang paling menonjol karena sudah mencetak dua gol. Kehadirannya memberi RD Kongo opsi serangan yang bisa menguji konsentrasi lini belakang Inggris.
Laga ini juga menarik karena mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. Inggris datang dengan status favorit dari hasil fase grup, sementara RD Kongo membawa momentum kejutan dan kepercayaan diri dari perjalanan yang tak terduga.
Jalur Menuju 16 Besar
Pemenang pertandingan di Atlanta akan menghadapi salah satu dari tuan rumah bersama, Meksiko atau Ekuador, pada babak 16 besar. Laga berikutnya itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Kota Meksiko pada 5 Juli.
Dengan taruhan sebesar tiket ke fase berikutnya, duel Inggris kontra RD Kongo berpotensi berjalan dengan tensi tinggi sejak awal. Kedua tim sama-sama punya alasan kuat untuk tampil berani dan menjaga peluang melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026.
