Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Ghana 1-0 dalam laga 32 besar yang berlangsung ketat di Kansas City Stadium. Gol tunggal Jhon Arias menjadi penentu, sementara kiper Ghana Lawrence Ati-Zigi tampil heroik dan membuat Kolombia harus bekerja keras hingga menit akhir.
Pertandingan ini berjalan dengan tempo tinggi, terutama setelah Ghana menaikkan intensitas serangan pada babak kedua. Meski terus ditekan, Kolombia tetap lebih efisien dalam memaksimalkan peluang dan berhasil menjaga keunggulan sampai peluit panjang berbunyi.
Arias kembali jadi pembeda
Kolombia langsung menunjukkan efektivitas sejak awal laga dengan bermain lebih rapi saat memanfaatkan ruang. Jhon Arias mencetak gol yang memisahkan kedua tim, dan torehan itu menjadi hasil akhir yang membawa Kolombia lolos ke fase berikutnya.
Di sisi lain, Ghana tidak menyerah setelah tertinggal. Tim berjuluk Black Stars itu berusaha mengejar ketertinggalan melalui tekanan berkelanjutan, namun penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk menembus pertahanan Kolombia.
Ati-Zigi berulang kali mementahkan ancaman
Lawrence Ati-Zigi menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam pertandingan ini. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk saat menggagalkan tembakan keras Luis Díaz dan menepis sundulan Davinson Sánchez dari situasi sepak pojok.
Penyelamatan Ati-Zigi membuat Ghana tetap hidup dalam pertandingan meski terus berada dalam tekanan. Kiper Ghana itu juga sigap mengamankan bola-bola berbahaya di area kotak penalti ketika Kolombia mencoba menambah keunggulan lewat serangan cepat maupun bola mati.
Gol sempat dianulir, Kolombia tetap tenang
Kolombia nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-57 ketika bola hasil tembakan Luis Díaz masuk ke gawang Ghana. Namun, VAR kemudian menganulir gol tersebut karena penyerang Liverpool itu lebih dulu berada dalam posisi off-side.
Keputusan itu sempat memberi napas tambahan bagi Ghana, yang lalu semakin agresif dalam membangun serangan. Antoine Semenyo menjadi salah satu pemain yang paling aktif menekan, termasuk melalui tembakan keras dari depan kotak penalti yang akhirnya diblok lini belakang Kolombia.
Tekanan Ghana tak cukup di menit-menit akhir
Menjelang akhir laga, Ghana memasukkan Ernest Nuamah, Prince Adu, dan Abdul Fatawu Issahaku untuk menambah daya serang. Pergantian itu membuat Black Stars semakin sering mengirim bola ke area berbahaya, terutama melalui umpan silang dan penetrasi dari sisi sayap.
Salah satu peluang terbaik Ghana datang saat Fatawu mengirim bola kepada Nuamah di dalam kotak penalti. Namun, sentuhan akhirnya tidak cukup presisi, sehingga kiper Camilo Vargas bisa mengamankan bola dengan mudah.
Pertandingan juga sempat memanas pada lima menit terakhir waktu normal, dengan beberapa kartu kuning dikeluarkan wasit untuk Richard Ríos, Yirenkyi, Abdul Fatawu Issahaku, dan Seidu. Meski begitu, Kolombia tetap mampu mengendalikan ritme lewat penguasaan bola dan disiplin lini belakang.
Pada masa tambahan waktu enam menit, Ghana terus menggempur pertahanan Kolombia. Namun, setiap percobaan mereka berhasil dipatahkan, termasuk peluang terakhir dari sepak pojok yang gagal dimaksimalkan Richard Ríos karena benturan dengan bek lawan.
Skor 1-0 akhirnya bertahan hingga akhir laga, dan Kolombia pun melangkah ke babak 16 besar. Ghana harus menghentikan perjalanan mereka di babak 32 besar setelah tampil cukup impresif pada babak kedua, tetapi tidak cukup untuk memaksa pertandingan berlanjut.
